MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Fenomena Flower Moon 1 Mei 2026: Jadwal, Cara Melihat, dan 7 Fakta Ilm...
WA FB
Sains & Teknologi

Fenomena Flower Moon 1 Mei 2026: Jadwal, Cara Melihat, dan 7 Fakta Ilmiahnya

J Editor : Jansen Siahaan | 01 May 2026 | 19:04 WIB
Fenomena Flower Moon 1 Mei 2026: Jadwal, Cara Melihat, dan 7 Fakta Ilmiahnya
Ilustrasi Bulan Purnama. (unsplash)

Jakarta, Sinata.id – Bulan Mei 2026 menjadi momen yang dinantikan banyak orang karena dipenuhi hari libur nasional dan cuti bersama.

Menariknya, awal bulan ini juga dihiasi fenomena astronomi yang memukau, yaitu Flower Moon atau Bulan Purnama Bunga.

Fenomena ini mencapai puncaknya pada Jumat, 1 Mei 2026. Selain menghadirkan pemandangan langit yang indah, Flower Moon juga menyimpan sejarah panjang dan makna budaya yang menarik untuk dipahami.

Sejarah Flower Moon

Istilah Flower Moon berasal dari tradisi suku asli Amerika, khususnya suku Algonquin. Mereka menamai bulan purnama di bulan Mei sebagai “bulan bunga” karena bertepatan dengan musim mekarnya berbagai jenis bunga di belahan bumi utara.

Perlu dipahami, bulan tidak berubah bentuk menyerupai bunga. Secara fisik, tampilannya tetap sama seperti bulan purnama pada umumnya—berwarna kuning pucat saat terbit dan berubah menjadi putih keperakan ketika berada tinggi di langit.

Bagi masyarakat tradisional, fase bulan digunakan sebagai penanda waktu alami sebelum adanya kalender modern. Penamaan ini mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam.

Jadwal Flower Moon 2026 dan Cara Melihatnya

Berdasarkan perhitungan astronomi, puncak Flower Moon terjadi pada 1 Mei 2026 pukul 13.24 EDT. Di Indonesia, bulan akan tampak penuh pada malam hari sebelum dan sesudah tanggal tersebut.

Fenomena ini menjadi semakin spesial karena bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, sehingga masyarakat dapat menikmatinya saat libur panjang.

Cara melihat Flower Moon:

Pilih lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya

Arahkan pandangan ke langit timur saat bulan mulai terbit

Tidak memerlukan alat khusus, cukup dengan mata telanjang

Waktu terbaik adalah saat senja hingga malam hari

Flower Moon 2026 Termasuk Mikromoon

Tidak semua bulan purnama terlihat sama. Pada 2026, Flower Moon tidak termasuk supermoon, melainkan mikromoon.

Hal ini terjadi karena posisi bulan berada dekat titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga tampak sedikit lebih kecil dan redup dibandingkan biasanya.

Sebagai perbandingan:

Supermoon: terjadi saat bulan dekat dengan Bumi (perigee)

Mikromoon: terjadi saat bulan berada jauh dari Bumi

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.