MENU
Fenomena Pink Moon 1–2 April 2026: Benarkah Bulan Berwarna Pink? Ini P...
WA FB
Sains & Teknologi

Fenomena Pink Moon 1–2 April 2026: Benarkah Bulan Berwarna Pink? Ini Penjelasannya

J Editor : Jansen Siahaan | 31 Mar 2026 | 22:43 WIB
Fenomena Pink Moon 1–2 April 2026: Benarkah Bulan Berwarna Pink? Ini Penjelasannya
Ilustrasi pink moon. (unsplash)

Jakarta, Sinata.id – Fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit Indonesia pada awal April 2026.

Bulan purnama yang dikenal sebagai Pink Moon diperkirakan dapat disaksikan pada Rabu (1/4/2026)  malam hingga Kamis (2/4/2026)  dini hari, .

Momen ini menjadi salah satu peristiwa langit yang dinantikan karena keindahannya dan kemudahan dalam pengamatan.

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan fase bulan purnama yang terjadi secara rutin, tetapi memiliki penamaan khusus untuk periode April.

Ia menegaskan, istilah Pink Moon tidak berarti Bulan akan berwarna merah muda.

“Warnanya tetap seperti purnama pada umumnya, yakni putih kekuningan. Penamaan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Amerika Serikat yang kemudian populer di berbagai media,” ujar Thomas, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.

Cara Mengamati Pink Moon

Masyarakat dapat mulai mengamati fenomena ini sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit.

Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat bantu. Namun, penggunaan teleskop atau kamera akan membantu menangkap detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.

Fenomena ini juga aman untuk diamati dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Secara umum, dampaknya serupa dengan bulan purnama lainnya, yakni meningkatkan pasang air laut akibat posisi Bulan dan Matahari yang hampir segaris dengan Bumi.

Daftar Fenomena Astronomi April 2026

Selain Pink Moon, langit April 2026 akan diramaikan berbagai fenomena menarik lainnya. Berikut jadwalnya:

1–2 April: Pink Moon Bulan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari sehingga seluruh permukaannya terlihat terang dari Bumi.

Penamaan Pink Moon berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga musim semi seperti moss pink. Purnama April juga dikenal dengan sebutan lain seperti Sprouting Grass Moon, Egg Moon, hingga Fish Moon.

21 April: Waktu Terbaik Melihat Merkurius Planet Merkurius mencapai elongasi barat terbesar, sekitar 27,4 derajat dari Matahari. Ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati Merkurius di arah timur sebelum matahari terbit.

22–23 April: Hujan Meteor Lyrid Hujan meteor Lyrid aktif pada 16–25 April dan mencapai puncaknya pada malam 22 April hingga dini hari 23 April.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.