Tel Aviv, Sinata.id – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan denda kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp3,22 miliar pada Kamis (19/3/2026).
Sanksi tersebut diberikan atas berbagai pelanggaran terhadap kewajiban anti-diskriminasi.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) dalam Kongres FIFA ke-74. Dalam laporannya, PFA menuding adanya praktik diskriminasi yang tidak ditangani secara serius oleh IFA.
IFA Dinilai Gagal Tangani Kasus Rasisme
Berdasarkan hasil investigasi Komite Disiplin FIFA, IFA dinilai gagal mengambil langkah tegas terhadap klub Beitar Jerusalem terkait perilaku rasis yang berulang dan telah terdokumentasi.
“Pendukung klub tersebut terlibat dalam perilaku rasis yang terus-menerus dan terdokumentasi dengan baik,” demikian kutipan laporan yang dirilis FIFA.
Penggunaan slogan seperti “forever pure” serta nyanyian bernuansa penghinaan etnis terhadap pemain Arab disebut sebagai bagian dari pola sistemik yang melanggar norma perilaku dan mencoreng citra olahraga.
Komite Disiplin FIFA juga menilai sanksi yang dijatuhkan kepada klub tersebut tidak memadai dan tidak efektif dalam menangani tindakan diskriminatif.
Sanksi dan Kewajiban Tambahan
Selain denda, FIFA juga menjatuhkan sejumlah sanksi lain kepada IFA, yaitu:
Peringatan resmi atas pelanggaran
Kewajiban menjalankan program pencegahan diskriminasi
Perintah menampilkan spanduk bertuliskan “Football Unites the World – No to Discrimination” dalam tiga pertandingan kandang FIFA
Selain itu, IFA diwajibkan mengalokasikan sepertiga dari total denda untuk program pencegahan diskriminasi dalam waktu 60 hari sejak keputusan ditetapkan.
Program tersebut harus mencakup reformasi kebijakan, protokol penanganan diskriminasi, sistem pemantauan, dan kampanye edukasi di stadion dan media resmi selama satu musim.
Sisa denda harus dibayarkan dalam waktu 30 hari. IFA juga masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.
Sorotan terhadap Sistem dan Sikap IFA
Dalam laporannya, FIFA turut mengkritik IFA karena dinilai tidak aktif dalam memerangi rasisme. IFA disebut tidak pernah mengeluarkan pernyataan publik yang tegas, tidak menjalankan kampanye anti-diskriminasi, serta belum mendorong inklusi pemain Arab maupun Palestina.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.