MENU
Film The Resurrection of the Christ Ditunda, Mel Gibson Sebut Ini Misi...
WA FB
Hiburan

Film The Resurrection of the Christ Ditunda, Mel Gibson Sebut Ini Misi 20 Tahun

J Editor : Jansen Siahaan | 25 May 2026 | 07:00 WIB
Film The Resurrection of the Christ Ditunda, Mel Gibson Sebut Ini Misi 20 Tahun
The Resurrection of the Christ. (imdb)

Pematangsiantar, Sinata.id – Sutradara Hollywood Mel Gibson resmi mengumumkan perubahan jadwal penayangan film The Resurrection of the Christ, sekuel yang telah lama dinantikan dari film fenomenal The Passion of the Christ (2004).

Meski proses syuting telah rampung lebih cepat dari target, jadwal perilisan film tersebut dipastikan mundur. Film epik religi itu akan dibagi menjadi dua bagian dengan tanggal tayang baru yang telah ditetapkan pihak studio.

The Resurrection of the Christ Part One yang sebelumnya dijadwalkan tayang pada 26 Maret 2027 kini diundur menjadi 6 Mei 2027. Sementara Part Two mengalami penundaan lebih lama, dari semula 6 Mei 2027 menjadi 25 Mei 2028.

Kedua film tersebut direncanakan rilis bertepatan dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus, yang menjadi salah satu hari raya penting umat Kristiani.

Pihak studio Lionsgate bersama Gibson menyebut proses produksi berjalan lancar dan bahkan selesai lebih cepat dari jadwal. Syuting dilakukan selama 134 hari di sejumlah lokasi bersejarah di Italia, seperti Roma, Bari, Ginosa, Craco, Brindisi, dan Matera.

“Saya sangat berterima kasih kepada para pemain dan kru yang sangat berbakat karena telah mencurahkan hati mereka ke dalam produksi ini. Bersama-sama, kami menciptakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Gibson.

Bagi Gibson, proyek ini bukan sekadar film biasa, melainkan sebuah misi besar yang telah ia perjuangkan selama lebih dari dua dekade.

“Film ini mewakili bagian penting dari karya hidup saya dan telah menuntut segalanya dari saya sebagai pembuat film dan seniman,” katanya.

“Ini jauh lebih dari sekadar film bagi saya. Ini adalah misi yang telah saya emban selama lebih dari 20 tahun untuk menceritakan apa yang saya yakini sebagai kisah terpenting dalam sejarah umat manusia,” lanjutnya.

Fokus pada Kebangkitan Yesus Kristus

Berbeda dengan The Passion of the Christ yang berfokus pada 12 jam terakhir sebelum penyaliban Yesus Kristus, sekuel ini akan mengangkat kisah kebangkitan Yesus.

Gibson bahkan menyebut film tersebut sebagai “perjalanan halusinogen” dan mengaku belum pernah membaca naskah seperti proyek ini sebelumnya. Naskah film ditulis bersama Randall Wallace.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.