MENU
Firman Soebagyo: Banjir Bukan Takdir, Tapi Akibat Kebijakan dan Kerusa...
WA FB
Nasional

Firman Soebagyo: Banjir Bukan Takdir, Tapi Akibat Kebijakan dan Kerusakan Lingkungan

G Editor : Gunawan Purba | 02 Feb 2026 | 16:45 WIB
Firman Soebagyo: Banjir Bukan Takdir, Tapi Akibat Kebijakan dan Kerusakan Lingkungan
Firman Soebagyo

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan perlunya pemerintah pusat dan daerah menata ulang kebijakan lingkungan, khususnya pengelolaan lahan.

Ia menyoroti pentingnya menghentikan pembangunan yang melanggar tata ruang serta memperkuat penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang merusak lingkungan.

Firman menekankan bahwa banjir yang terus menerjang berbagai daerah di Indonesia bukan lagi sekadar fenomena musiman. Menurutnya, peristiwa ini merupakan akumulasi dari lemahnya pengelolaan lingkungan dan praktik pembangunan yang tidak berkelanjutan.

“Banjir bukan takdir alam. Ini masalah kebijakan, penegakan aturan, dan kesadaran kita bersama. Jika semua pihak bergerak, risiko banjir bisa ditekan,” ujarnya, dikutip dari rilis media Parlementaria, Senin (2/2/2026).

Ia menyoroti dampak dari penebangan hutan dan pembangunan di kawasan resapan air yang meningkatkan limpasan air secara signifikan. Kondisi ini diperparah oleh minimnya infrastruktur pengendalian banjir, baik dari sisi kualitas maupun pemerataan, sehingga wilayah rawan banjir terus bertambah.

Selain itu, Firman mengingatkan bahwa perubahan iklim global memperburuk intensitas dan frekuensi hujan. Dampak perubahan iklim, kata politisi Fraksi Partai Golkar ini, akan menjadi lebih destruktif jika bersinggungan dengan kerusakan lingkungan di dalam negeri, seperti deforestasi yang tidak terkendali dan alih fungsi lahan yang mengabaikan daya dukung alam.

Untuk itu, Firman menekankan reboisasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) harus menjadi prioritas nasional, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk tanggul, drainase, dan normalisasi sungai, perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dengan pengawasan ketat agar tepat sasaran.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran akan risiko banjir, menjaga lingkungan sekitar, serta menghindari kegiatan yang memperparah kerusakan alam. Firman menambahkan, sistem peringatan dini sangat penting agar masyarakat dapat melakukan mitigasi sejak awal dan meminimalkan korban jiwa. (A18)

Sumber: Parlementaria

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.