Profesor Israel Hershkovitz dari Departemen Anatomi dan Antropologi TAU menyebut penelitian ini sebagai bagian penting dari bidang kedokteran evolusioner, yaitu kajian yang menelusuri asal-usul dan perkembangan penyakit dari waktu ke waktu.
Melalui studi semacam ini, para ilmuwan berharap dapat memahami akar penyebab penyakit yang mampu bertahan selama jutaan tahun evolusi, sekaligus membuka peluang pengembangan metode pengobatan yang lebih efektif di masa depan.
Penemuan pada fosil hadrosaurus ini menjadi bukti bahwa sejarah penyakit manusia ternyata jauh lebih tua daripada keberadaan manusia itu sendiri. (kompas/A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.