MENU
Fosil Ungkap Kalajengking Raksasa Sepanjang 1 Meter Pernah Kuasai Bumi
WA FB
Sains & Teknologi

Fosil Ungkap Kalajengking Raksasa Sepanjang 1 Meter Pernah Kuasai Bumi

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Jun 2026 | 09:05 WIB
Fosil Ungkap Kalajengking Raksasa Sepanjang 1 Meter Pernah Kuasai Bumi
Fosil Praearcturus gigas.(trusteesofthenaturalhistorymuseum)

Pematangsiantar, Sinata.id - Penelitian terbaru berhasil mengungkap identitas sebenarnya dari Praearcturus gigas, spesies kalajengking purba yang diyakini sebagai salah satu artropoda predator terbesar yang pernah menghuni Bumi.

Makhluk raksasa tersebut hidup pada periode Devon Awal, sekitar 415 juta tahun lalu, dan mendominasi wilayah dataran banjir yang kini menjadi bagian dari Inggris dan Wales.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praearcturus gigas memiliki panjang tubuh lebih dari satu meter dengan ukuran capit mencapai 16 sentimeter. Ukuran luar biasa itu menjadikannya predator puncak jauh sebelum kemunculan reptil maupun mamalia besar.

Misteri Fosil Terpecahkan Setelah 150 Tahun

Fosil Praearcturus gigas pertama kali ditemukan pada 1870-an di Formasi Batu Pasir St Maughan, Inggris. Namun, kondisi fosil yang tidak lengkap membuat para ilmuwan kesulitan mengidentifikasi spesies tersebut selama lebih dari satu abad.

Terobosan baru terjadi ketika tim peneliti yang dipimpin Dr. Richie Howard dari Natural History Museum, London, menggunakan teknologi pemindaian CT dan pemodelan tiga dimensi (3D) untuk meninjau ulang fosil tersebut.

Melalui analisis mendalam dan perbandingan dengan spesies purba lain dari Kanada, para ilmuwan menemukan struktur sternum berbentuk segitiga yang menjadi ciri khas kalajengking. Temuan tersebut akhirnya mengonfirmasi bahwa fosil tersebut memang berasal dari kalajengking raksasa.

Diduga Hidup di Darat dan Perairan

Para peneliti meyakini Praearcturus gigas tidak sepenuhnya hidup di darat. Hewan ini diperkirakan memiliki gaya hidup amfibi yang memungkinkannya berburu baik di lingkungan daratan maupun perairan.

Hipotesis tersebut didukung oleh temuan struktur tubuh mirip katup atau epimera yang umum ditemukan pada kelompok krustasea. Struktur itu mengindikasikan bahwa kalajengking raksasa tersebut kemungkinan masih sering kembali ke air untuk mencari mangsa, termasuk ikan dan hewan air lainnya.

Menurut para ilmuwan, kondisi lingkungan pada periode Devon Awal belum mampu menyediakan sumber makanan yang cukup untuk menopang predator darat berukuran sangat besar. Karena itu, akses ke habitat perairan menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup spesies tersebut.

Predator Puncak pada Masanya

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.