Pematangsiantar, Sinata.id – Selama lebih dari 70 tahun, para ilmuwan meyakini sepasang tulang belakang raksasa yang tersimpan di museum berasal dari mammoth berbulu atau woolly mammoth, hewan purba yang telah lama punah.
Namun, penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan. Fosil tersebut ternyata bukan milik mammoth, melainkan berasal dari paus.
Dilansir dari Science Alert, Kamis (28/5/2026), fosil itu pertama kali ditemukan arkeolog Otto Geist dalam sebuah ekspedisi di pedalaman Alaska, Amerika Serikat, pada 1951.
Lokasi penemuan berada di kawasan prasejarah Beringia, wilayah yang dikenal kaya akan fosil megafauna dari akhir zaman Pleistosen.
Karena ukuran tulangnya sangat besar dan menyerupai keluarga gajah, Geist menyimpulkan fosil tersebut berasal dari mammoth berbulu (Mammuthus primigenius).
Setelah ditemukan, fosil itu kemudian disimpan di Museum of the North milik University of Alaska selama puluhan tahun.
Penanggalan Karbon Picu Kecurigaan Ilmuwan
Puluhan tahun kemudian, ilmuwan melakukan penanggalan radiokarbon terhadap fosil tersebut dan menemukan hasil yang tidak sesuai dengan teori sebelumnya.
Fosil itu diperkirakan berusia sekitar 2.000 hingga 3.000 tahun. Padahal, mammoth diyakini telah punah sekitar 13.000 tahun lalu, kecuali sebagian kecil populasi yang bertahan hingga sekitar 4.000 tahun lalu.
Ahli biogeokimia dari University of Alaska Fairbanks, Matthew Wooller, mengatakan apabila fosil itu benar milik mammoth, maka penemuan tersebut akan menjadi mammoth termuda yang pernah ditemukan.
Namun, hasil analisis isotop justru memunculkan kejanggalan.
“Kami menemukan kadar nitrogen-15 dan karbon-13 yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang biasanya dimiliki mammoth,” ujar Wooller dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Quaternary Science pada akhir 2025.
Kandungan isotop tersebut lebih umum ditemukan pada hewan laut dibandingkan hewan darat pemakan rumput seperti mammoth.
Hasil Tes DNA Ungkap Fakta Mengejutkan
Karena hasil analisis kimia dianggap janggal, para peneliti kemudian melakukan pengujian DNA purba untuk memastikan identitas fosil tersebut.
Meski spesimen sudah terlalu rusak untuk menyimpan DNA inti sel, ilmuwan masih berhasil mengekstraksi DNA mitokondria.
Hasilnya mengejutkan. Fosil yang selama ini diyakini sebagai tulang mammoth ternyata berasal dari paus.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.