MENU
Gempa Bitung M5,0, BMKG Catat 484 Gempa Susulan
WA FB
Hukum & Peristiwa

Gempa Bitung M5,0, BMKG Catat 484 Gempa Susulan

J Editor : Jansen Siahaan | 03 Apr 2026 | 13:58 WIB
Gempa Bitung M5,0, BMKG Catat 484 Gempa Susulan
Titik koordinat gempa Bitung. (bmkg)

Bitung, Sinata.id – Kota Bitung, Sulawesi Utara, kembali diguncang gempa bumi pada Jumat (3/4/2026) pukul 12.42 Wita.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut bermagnitudo 5,2, yang kemudian dimutakhirkan menjadi M5,0.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak di laut pada koordinat 1,56° LU dan 126,25° BT, atau sekitar 126 kilometer timur laut Bitung, dengan kedalaman 19 kilometer.

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi di bawah laut.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujarnya dalam keterangan resmi.

Guncangan gempa dilaporkan terasa di wilayah Batang Dua dan Ternate dengan intensitas III MMI. Getaran dirasakan di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas.

Meski cukup terasa, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Rahmat.

Rangkaian Gempa Susulan

Gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa besar bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (2/4/2026).

Hingga Jumat siang pukul 12.55 Wita, BMKG mencatat jumlah gempa susulan mencapai 484 kejadian, dengan magnitudo bervariasi antara M1,7 hingga M5,8.

Sebelumnya, hingga pukul 08.00 WIB, tercatat 422 gempa susulan, yang kemudian terus bertambah seiring aktivitas seismik yang masih tinggi di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Kami mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa sebelumnya,” kata Rahmat.

Tsunami Sempat Terjadi

Gempa utama bermagnitudo 7,6 sebelumnya sempat memicu gelombang tsunami kecil di beberapa wilayah.

BMKG mencatat ketinggian tsunami sekitar 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung. Meski relatif kecil, kondisi tersebut tetap memerlukan kewaspadaan.

Namun, BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami setelah kondisi dinyatakan aman. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.