MENU
Giliran Ronald Dela Rosa Diburu ICC, Setelah Duterte Ditahan di Beland...
WA FB
Dunia

Giliran Ronald Dela Rosa Diburu ICC, Setelah Duterte Ditahan di Belanda

R Editor : Redaksi Sinata | 08 Nov 2025 | 18:31 WIB
Giliran Ronald Dela Rosa Diburu ICC, Setelah Duterte Ditahan di Belanda
Ronald Dela Rosa. (Ist)

Sinata.id - Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Senator Ronald “Bato” Dela Rosa. Nama ini bukan sembarangan, ia adalah sosok kunci di balik perang berdarah melawan narkoba yang digagas mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Kabar mengejutkan ini pertama kali dikonfirmasi langsung oleh Ombudsman Filipina, Jesus Crispin Remulla, dalam wawancara dengan stasiun radio DZRH, Sabtu (8/11/2025).

“ICC telah mengeluarkan surat perintah terhadap Senator Dela Rosa. Ini termasuk dalam pelanggaran yang dapat diekstradisi,” ujarnya.

Remulla, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kehakiman sebelum dilantik menjadi Ombudsman pada Oktober lalu, menegaskan bahwa ICC perlu mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah Filipina untuk melakukan ekstradisi terhadap Dela Rosa.

Sosok di Balik Perang Narkoba

Ronald Dela Rosa bukan nama asing dalam sejarah kelam perang narkoba Filipina.

Sebagai Kepala Kepolisian Nasional (PNP) pada periode 2016–2018, ia menjadi tangan kanan Duterte dalam operasi besar-besaran yang diklaim menewaskan ribuan orang.

Kampanye ini sempat menuai pujian dari sebagian masyarakat karena dinilai tegas terhadap bandar narkoba, namun di sisi lain menuai kritik tajam dari komunitas internasional karena dianggap mengabaikan prinsip hak asasi manusia.

Setelah purna tugas di kepolisian, Dela Rosa melangkah ke dunia politik dan sukses duduk di Senat Filipina.

Bahkan pada pemilu Mei lalu, ia kembali terpilih dan menempati posisi ketiga dari 12 kursi senat yang diperebutkan.

Duterte Sudah Ditahan di Belanda

Sementara itu, Rodrigo Duterte sendiri telah lebih dulu ditahan di Belanda sejak Maret lalu.

Mantan presiden yang dikenal dengan retorika keras itu kini menunggu persidangan atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kasus tersebut mencakup dugaan pembunuhan di luar hukum yang dilakukan selama masa pemerintahannya.

Hingga berita ini diturunkan, Dela Rosa belum memberikan pernyataan resmi.

Namun, publik Filipina kembali dihadapkan pada babak baru drama politik dan hukum yang bisa mengguncang stabilitas pemerintahan negeri itu.

Sebelumnya, pada April lalu, hanya sebulan setelah penangkapan Duterte, Dela Rosa mengonfirmasi bahwa dirinya sudah menerima komunikasi dari ICC terkait dugaan keterlibatan dalam eksekusi di luar hukum terhadap pengguna narkoba dan beberapa individu lainnya. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.