Pematangsiantar, Sinata.id – Perusahaan teknologi raksasa Google dilaporkan tengah membidik sejumlah perusahaan asal China untuk memperkuat sistem pendingin pada pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini menunjukkan bahwa infrastruktur pendukung AI kian krusial, terutama untuk mengatasi panas berlebih akibat komputasi berintensitas tinggi.
Berdasarkan sumber industri, Google tidak hanya mempertimbangkan satu mitra, melainkan beberapa perusahaan sekaligus guna memastikan ketersediaan teknologi pendingin yang efisien dan mampu bekerja dalam skala besar.
Seorang analis teknologi menyebutkan bahwa lonjakan kebutuhan komputasi AI membuat sistem pendingin menjadi tantangan baru dalam pengembangan pusat data.
Salah satu perusahaan yang mencuat adalah Envicool, yang dikenal sebagai spesialis solusi pendingin data center, khususnya teknologi liquid cooling atau pendingin berbasis cairan.
Teknologi ini dinilai lebih efektif karena mampu menyerap panas lebih cepat dibandingkan sistem pendingin udara konvensional. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung server AI yang menggunakan GPU berdaya tinggi.
Sumber yang mengetahui penjajakan kerja sama ini menyebutkan bahwa Envicool unggul dalam efisiensi energi serta mampu menangani kepadatan komputasi tinggi.
Google juga dilaporkan tengah mempertimbangkan kolaborasi dengan sejumlah perusahaan Tiongkok lainnya untuk memenuhi kebutuhan sistem pendingin cair di pusat data AI mereka.
Langkah ini dilakukan setelah tim pengadaan Google di Taiwan melakukan kunjungan ke Tiongkok. Kunjungan tersebut mengindikasikan adanya tantangan dalam pasokan komponen pendingin yang menjadi bagian penting dari infrastruktur AI.
Dalam kunjungan itu, perwakilan Google bertemu dengan Envicool dan berencana menjajaki kerja sama dengan setidaknya satu pemasok tambahan.
Teknologi pendingin cair kini semakin penting dalam industri pusat data AI karena mampu mengatasi panas yang dihasilkan chip berperforma tinggi, yang tidak lagi dapat ditangani secara optimal oleh sistem pendingin udara tradisional.
Hingga saat ini, baik Google maupun Envicool yang berbasis di Shenzhen belum memberikan pernyataan resmi terkait potensi kerja sama tersebut.
Negosiasi ini mencerminkan ketatnya persaingan global dalam memperluas kapasitas pusat data AI. Tekanan tidak hanya terjadi pada pasokan chip canggih, tetapi juga pada perangkat keras pendukung seperti sistem pendingin.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.