MENU
Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI
WA FB
Olahraga

Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI

T Editor : Tigor Munthe | 15 May 2026 | 12:23 WIB
Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI
Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: X)

Jakarta, Sinata.id – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung resmi mengundurkan diri dari Pelatnas PP PBSI Cipayung.

Atlet yang akrab disapa Jorji itu dipastikan mundur per 15 Mei 2026. Keputusan tersebut telah dikonfirmasi PBSI setelah komunikasi dengan Kabid Binpres Eng Hian dan pelatih tunggal putri Imam Tohari.

Faktor kesehatan menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Sejumlah laporan menyebut kondisi vertigo yang dialami Jorji belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, ia memilih fokus menjalani pemulihan fisik dan mental setelah lebih dari satu dekade menjadi bagian dari sistem pelatnas.

PBSI pun menghormati keputusan tersebut. Jorji sendiri diketahui telah menghuni Pelatnas sejak 2013. Artinya, sekitar 12 tahun hidupnya dihabiskan di Cipayung bersama Merah Putih.

Bagi pencinta badminton Indonesia, Jorji bukan sekadar pemain dengan ranking tinggi. Ia dikenal sebagai salah satu tunggal putri paling artistik yang pernah dimiliki Indonesia.

Deception halus, netting lembut, rally kreatif, hingga kemampuan mengubah tempo permainan membuat aksinya selalu enak ditonton.

Sepanjang kariernya, Jorji menorehkan sejumlah pencapaian penting. Ia menjadi juara dunia junior 2017, sekaligus tunggal putri Indonesia pertama yang meraih gelar tersebut dalam 25 tahun terakhir.

Selain itu, Jorji juga sukses menjuarai turnamen level tinggi seperti Spain Masters dan Kumamoto Masters, menembus ranking lima dunia pada Januari 2025, hingga mempersembahkan medali perunggu pada Olimpiade Paris 2024.

Tanda-tanda kondisi fisiknya mulai menurun sebenarnya sudah terlihat sejak 2025. Ia beberapa kali mundur dari turnamen karena proses pemulihan yang belum optimal, termasuk Australian Open dan sejumlah agenda BWF lainnya.

PBSI bahkan sempat mengajukan protected ranking untuk Jorji akibat penanganan vertigo jangka panjang.

Kini, banyak penggemar melihat Gregoria sebagai generasi langka tunggal putri Indonesia. Sosok pemain dengan teknik modern, mental bertarung besar, namun tetap memiliki sentuhan permainan klasik yang indah dipandang.

Tak heran jika media sosial dipenuhi ucapan perpisahan dan apresiasi untuknya.

Pengamat bulu tangkis sekaligus jurnalis, A. Ainur Rohman melalui akun X pribadinya @ainurohman menyebut Jorji sebagai salah satu tunggal putri Indonesia paling skillful dan imajinatif yang pernah tampil di tur dunia.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.