Pematangsiantar, Sinata.id — Kabar gembira bagi para gamer yang menantikan kehadiran Grand Theft Auto VI (GTA VI).
Chairman Strauss Zelnick dari Take-Two Interactive akhirnya angkat bicara terkait rumor fitur kontroversial yang sempat ramai diperbincangkan, yakni kehadiran iklan di dalam gim (in-game ads).
Dalam wawancara terbaru di kanal YouTube TGB, Zelnick menegaskan bahwa GTA VI tidak akan menghadirkan iklan komersial di tengah permainan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kualitas pengalaman bermain yang tetap premium bagi para pengguna.
Menurutnya, menyisipkan iklan dalam gim berbayar merupakan langkah yang tidak etis terhadap konsumen. Ia menilai pemain yang telah membayar mahal seharusnya mendapatkan pengalaman bermain tanpa gangguan.
“Sangat sulit bagi saya untuk percaya bahwa kami ingin menempatkan iklan dalam game yang sudah dibeli dengan harga USD 70 atau USD 80. Itu terasa tidak adil,” ujarnya, seperti dilansir Senin (23/3/2026).
Isu iklan dalam gim konsol memang sempat menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam konteks dunia GTA yang mengusung latar urban, keberadaan papan iklan sebenarnya bisa saja menambah unsur realisme. Namun, pihak Rockstar Games memilih untuk tidak mengambil risiko yang dapat merusak kenyamanan pemain.
Keputusan ini disambut positif oleh pengguna konsol seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X, yang sebelumnya khawatir pengalaman bermain akan terganggu oleh konten sponsor.
Spekulasi Harga Mulai Muncul
Di sisi lain, pernyataan Zelnick justru memicu spekulasi baru terkait harga GTA VI. Selama ini, Take-Two Interactive menetapkan harga gim AAA di kisaran USD 70.
Namun, penyebutan angka USD 80 dalam wawancara tersebut memunculkan dugaan bahwa GTA VI berpotensi menjadi gim pertama mereka dengan harga lebih tinggi. Mengingat proyek ini disebut sebagai salah satu produksi paling ambisius dalam sejarah industri hiburan, kenaikan harga dinilai bukan hal yang mustahil.
Peluncuran Paling Dinanti
Terlepas dari spekulasi harga, GTA VI diprediksi akan menjadi salah satu peluncuran terbesar dalam sejarah industri game. Banyak analis menilai gim ini berpotensi meraih pendapatan miliaran dolar tanpa perlu strategi monetisasi tambahan seperti iklan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.