MENU
Gurun Pasir Memutih: Fenomena Salju Langka Selimuti Arab Saudi
WA FB
Dunia

Gurun Pasir Memutih: Fenomena Salju Langka Selimuti Arab Saudi

R Editor : Redaksi Sinata | 20 Dec 2025 | 02:36 WIB
Gurun Pasir Memutih: Fenomena Salju Langka Selimuti Arab Saudi
Salju di Arab Saudi (Foto: Times of India)

Jakarta, Sinata.ud – Pemandangan tak biasa menghiasi lanskap Arab Saudi tengah pekan ini. Sejak Rabu (17/12) hingga Kamis (18/12), fenomena alam berupa hujan salju mengubah kawasan pegunungan dan gurun yang biasanya gersang menjadi panorama musim dingin yang memesona.

​Titik-Titik Wilayah yang Terdampak ​Fenomena ini berawal dari wilayah utara dan merembet ke area yang lebih dekat dengan ibu kota. Beberapa lokasi yang melaporkan adanya tumpukan salju antara lain:

​Provinsi Tabuk: Kawasan Trojena di Jebel Al-Lawz, yang berada di ketinggian 2.600 meter, menjadi pusat perhatian setelah tertutup lapisan salju tipis disertai hujan ringan.

​Wilayah Hail: Di bagian barat laut, hujan salju mulai turun sejak Rabu malam yang disertai intensitas hujan sedang di seluruh kota.

Utara Riyadh: Provinsi Al-Majmaah dan Al-Ghat turut mencatatkan hujan salju pada Kamis pagi, menyebabkan akumulasi es di area terbuka dan dataran tinggi.

​Analisis Cuaca: Suhu di Bawah Titik Beku ​Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional (NCM), Hussein Al-Qahtani, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pergerakan massa udara dingin yang sangat kuat ke arah selatan. ​"Suhu udara merosot hingga di bawah 0 derajat celcius di beberapa titik. Kombinasi udara dingin dan awan pembawa hujan inilah yang memicu turunnya salju pada dini hari," ujar Al-Qahtani.

​Otoritas terkait memperingatkan kemungkinan munculnya embun beku (frost) di wilayah utara dan tengah Saudi, serta mengimbau para pengemudi untuk waspada terhadap permukaan jalan yang licin akibat lapisan es.

​Antusiasme Warga ​Meski suhu menusuk tulang, warga menyambut fenomena ini dengan antusias. Banyak warga Riyadh sengaja berkendara ke luar kota untuk menyaksikan momen langka tersebut secara langsung.

​"Ini adalah kejadian yang sangat jarang terjadi. Saya dan teman-teman tidak ingin melewatkan pengalaman 'keajaiban musim dingin' ini," kata Thamr Alotaibi, salah satu warga setempat kepada Arab News. []

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.