Dengan nilai tersebut, posisi kekayaannya disebut telah melampaui sejumlah konglomerat papan atas Indonesia seperti Mochtar Riady dan Marina Budiman.
Haji Isam bahkan disebut mulai mendekati posisi Tahir & Family dalam daftar orang terkaya Indonesia.
Meski demikian, nama Haji Isam belum tercatat secara resmi dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes. Hal ini disebabkan sebagian besar bisnis di bawah naungan Jhonlin Group masih berbentuk perusahaan tertutup sehingga valuasi asetnya tidak sepenuhnya dapat dihitung secara terbuka.
Fenomena masuknya pengusaha nasional besar ke sektor nikel dinilai menjadi sinyal bahwa prospek hilirisasi mineral Indonesia masih sangat menjanjikan.
Selain didukung tingginya kebutuhan global terhadap baterai kendaraan listrik, sektor hilirisasi nikel juga terus mendapat dorongan dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri berbasis sumber daya alam di dalam negeri. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.