MENU
Harga Ayam dan Daging Sapi Masih “Mencekik”, Warga Siantar Terpaksa Ku...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Harga Ayam dan Daging Sapi Masih “Mencekik”, Warga Siantar Terpaksa Kurangi Konsumsi

T Editor : Tigor Munthe | 13 Apr 2026 | 21:10 WIB
Harga Ayam dan Daging Sapi Masih “Mencekik”, Warga Siantar Terpaksa Kurangi Konsumsi
Pedagang daging di Pasar Horas Pematangsiantar. (Foto: Sinata.id)

Pematangsiantar, Sinata.id – Harga bahan pangan, khususnya protein hewani, masih menjadi tekanan bagi masyarakat Kota Pematangsiantar. 

Hingga pertengahan April 2026, harga daging ayam ras dan daging sapi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dan tetap bertahan di level tinggi.

Berdasarkan pantauan di Pasar Horas, harga ayam ras masih berada di kisaran Rp42.000 per kilogram. 

Kondisi ini memaksa konsumen mengatur ulang pola belanja, sementara pedagang kesulitan menekan harga jual.

Seorang pedagang ayam, Andre, mengatakan tingginya harga eceran dipicu mahalnya pasokan dari distributor yang sudah berlangsung cukup lama.

“Kami menjual sesuai harga modal. Dari distributor sudah mahal, jadi tidak ada ruang untuk menurunkan harga,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Tak hanya ayam ras, komoditas lain juga mengalami hal serupa. 

Harga ayam kampung kini mencapai Rp75.000 per kilogram, sementara daging sapi bertahan di angka Rp130.000 per kilogram.

Pedagang daging sapi, Adi, mengungkapkan kondisi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. 

Ia mengaku penjualan mulai menurun karena konsumen mengurangi pembelian.

“Pembeli sekarang lebih hemat. Biasanya beli banyak, sekarang jadi sedikit,” katanya.

Keluhan juga datang dari kalangan ibu rumah tangga. Yusra, salah satu warga yang berbelanja di Pasar Horas, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan kondisi keuangan.

“Dulu bisa beli sampai dua kilo, sekarang setengah kilo saja sudah cukup. Yang penting tetap bisa masak,” ucapnya.

Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), untuk menstabilkan harga. 

Intervensi dinilai penting mengingat ayam dan daging sapi merupakan kebutuhan pokok yang berpengaruh besar terhadap inflasi dan daya beli.

Jika kondisi ini terus berlanjut, tekanan ekonomi rumah tangga dikhawatirkan akan semakin berat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. (SN10)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.