“Produk BBM Shell saat ini tidak tersedia. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis keterangan resmi Shell Indonesia.
Pantauan di wilayah Ciater menunjukkan SPBU Vivo dan BP-AKR hanya menjual BBM jenis RON 92, yaitu BP 92 dan Revvo 92 dengan harga Rp12.390 per liter. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, di mana sebagian SPBU tidak memiliki stok BBM.
Daftar Harga BBM per 16 April 2026
Harga BBM Pertamina (DKI Jakarta):
Pertalite: Rp10.000 per liter
Solar subsidi: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp12.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
Dexlite: Rp14.200 per liter
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Harga BBM Shell (sebagian besar stok kosong):
Shell Super: Rp12.390 per liter
Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
Harga BBM Vivo:
Revvo 92: Rp12.390 per liter
Revvo 95: Rp12.930 per liter
Diesel Primus: Rp14.610 per liter
Harga BBM BP-AKR (Jabodetabek):
BP Ultimate: Rp12.930 per liter
BP 92: Rp12.390 per liter
BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
Analisis Kebijakan
Keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga BBM pada April 2026 menjadi langkah strategis di tengah gejolak energi global. Pemerintah bersama Pertamina memilih menahan harga guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Harga BBM memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Kenaikan harga bahan bakar akan berdampak langsung pada biaya transportasi dan logistik, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga barang. Oleh karena itu, kebijakan menahan harga menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Meski demikian, pasar minyak global masih mengalami fluktuasi. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan terhadap anggaran subsidi dan kebijakan energi nasional. Jika tren kenaikan harga minyak dunia berlanjut, pemerintah berpeluang melakukan penyesuaian harga di masa mendatang.
Stabilnya harga BBM saat ini memberikan kepastian bagi sektor transportasi dan logistik. Pelaku usaha dapat merencanakan biaya operasional dengan lebih baik tanpa khawatir terhadap lonjakan harga bahan bakar.
Distribusi BBM di Indonesia juga menyebabkan variasi harga antarwilayah, dipengaruhi faktor geografis dan biaya logistik. Namun secara umum, harga tetap terkendali.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.