MENU
Harga BBM Nonsubsidi Naik Dipicu Konflik Timur Tengah, Indonesia Masih...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Harga BBM Nonsubsidi Naik Dipicu Konflik Timur Tengah, Indonesia Masih Relatif Stabil di ASEAN

F Editor : Ferry SP Sinamo | 30 Mar 2026 | 16:24 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Naik Dipicu Konflik Timur Tengah, Indonesia Masih Relatif Stabil di ASEAN
Ilustrasi BBM langkah di SPBU (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia dinilai sebagai dampak langsung dari gejolak geopolitik global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan yang melibatkan Selat Hormuz turut memberi tekanan besar terhadap harga minyak dunia.

Ekonom dari Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, menyebut bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan hal yang wajar karena mengikuti mekanisme pasar internasional.

Harga BBM Nonsubsidi Naik Bertahap

Sepanjang Februari hingga Maret 2026, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga:

RON 92: Rp11.800 → Rp12.300 per liter RON 95: Rp12.450 → Rp12.900 per liter RON 98: sekitar Rp13.100 per liter

Sementara itu, untuk jenis solar nonsubsidi:

Dexlite: Rp13.250 → Rp14.200 per liter Pertamina Dex: naik menjadi Rp14.500 per liter

Di sisi lain, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar guna menjaga daya beli masyarakat.

Dipengaruhi Harga Minyak Dunia dan Kurs Rupiah

Menurut Wisnu Wibowo, harga BBM nonsubsidi di Indonesia mengacu pada indikator global seperti MOPS dan Argus, serta dipengaruhi nilai tukar rupiah.

Dengan harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel, fluktuasi harga menjadi sulit dihindari. Selain itu, faktor kurs rupiah yang dinamis juga turut memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Dampak Terhadap APBN

Lonjakan harga minyak global juga memberi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setiap kenaikan US$1 per barel diperkirakan dapat menambah beban hingga Rp6,7 triliun.

Meski demikian, pemerintah masih menahan harga BBM bersubsidi sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Perbandingan Harga BBM di ASEAN

Dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih tergolong stabil.

Indonesia: relatif terkendali dengan subsidi Malaysia: harga lebih rendah karena subsidi besar Singapura: tertinggi karena tanpa subsidi Thailand & Vietnam: mengalami kenaikan lebih signifikan

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan subsidi energi di Indonesia masih menjadi penyangga utama di tengah gejolak global.

Indonesia Masih dalam Posisi Aman

Meski tekanan global meningkat, Indonesia dinilai masih berada dalam posisi relatif aman. Kombinasi antara subsidi dan penyesuaian terbatas pada BBM nonsubsidi menjadi strategi untuk menjaga keseimbangan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.