Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang karena investor beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil seperti obligasi. Hal ini membuat permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai menjadi berkurang.
Perak Ikut Tertekan
Tidak hanya emas, logam mulia lain seperti perak juga mengalami tekanan. Kontrak perak pengiriman Mei 2026 dilaporkan turun lebih dari 14 persen dalam sepekan dan ditutup di kisaran 69,66 dolar AS per troy ounce.
Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah turut mendorong ekspektasi inflasi global. Hal ini membuat bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kondisi tersebut memperkuat dolar AS dan meningkatkan imbal hasil obligasi, sehingga semakin menekan daya tarik emas.
Meski mengalami tekanan tajam dalam jangka pendek, sejumlah analis menilai emas masih memiliki peran sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang.
Faktor seperti risiko geopolitik, inflasi, dan ketidakpastian kebijakan moneter global dinilai tetap menjadi penopang harga emas ke depan, meskipun saat ini tertahan oleh kekuatan dolar AS dan kebijakan suku bunga tinggi. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.