MENU
Harga Emas Dunia Naik 3 Persen, Investor Borong Saat Harga Terkoreksi...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Dunia Naik 3 Persen, Investor Borong Saat Harga Terkoreksi Geopolitik

F Editor : Ferry SP Sinamo | 28 Mar 2026 | 15:30 WIB
Harga Emas Dunia Naik 3 Persen, Investor Borong Saat Harga Terkoreksi Geopolitik
Ilustrasi emas antam. (cakaplah)

Jakarta, Sinata.id - Harga emas dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat (27/3/2026), setelah banyak investor memanfaatkan kesempatan untuk membeli saat harga sempat terkoreksi. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2,6 persen menjadi USD 4.491,78 per ons pada pukul 13.45 waktu setempat, setelah sempat menembus level tertinggi harian di USD 4.554,39. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2,7 persen ke posisi USD 4.492,5 per ons.

Kenaikan ini mengikuti tekanan harga emas di awal pekan, ketika logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir, yakni USD 4.097,99 per ons pada Senin lalu.

Menurut Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, penurunan harga baru-baru ini justru menciptakan peluang membeli yang menguntungkan. “Harga turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, sehingga ini adalah waktu yang sangat baik untuk membeli emas,” ujarnya.

Pavilonis menambahkan, tren kenaikan emas kemungkinan akan berlangsung bertahap dalam beberapa pekan ke depan, tergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan harga emas sejalan dengan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, yang kini memasuki pekan keempat. Konflik ini juga mendorong harga energi, dengan minyak mentah bertahan di atas USD 110 per barel, serta memicu kenaikan harga pupuk dan bahan pokok, yang menambah tekanan inflasi global.

Situasi ini memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Federal Reserve. Pelaku pasar kini memperkirakan potensi kenaikan suku bunga, yang biasanya memberi tekanan pada harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

Meski begitu, sejumlah lembaga keuangan tetap optimistis terhadap prospek logam mulia. Commerzbank misalnya, menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi USD 5.000 per ons, dari sebelumnya USD 4.900 per ons, dengan asumsi koreksi harga saat ini bersifat sementara. Bank tersebut juga memprediksi konflik Iran akan mereda pada musim semi, yang bisa menurunkan tekanan inflasi dan membuka ruang bagi The Fed untuk menyesuaikan suku bunga.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.