Selain itu, tekanan harga ini dapat menciptakan persaingan antara pasar Asia dan Eropa dalam mendapatkan pasokan LNG yang terbatas, di mana pelaku pasar cenderung memilih tujuan ekspor dengan harga tertinggi terlebih dahulu. Pola ini meningkatkan volatilitas pasar global, menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat memperburuk risiko inflasi energi di berbagai belahan dunia.
Sampai saat ini, analis memperkirakan harga LNG Asia akan tetap berada pada level tinggi selama gangguan pasokan belum teratasi. Bahkan jika produksi kembali normal, ketidakpastian geopolitik dan persaingan antarpembeli di pasar global masih berpotensi menjaga harga di level elevated. Hal ini menjadi tantangan baru bagi negara produsen dan konsumen gas, serta mempertegas betapa rentannya pasar energi terhadap konflik geopolitik di kawasan produsen utama. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.