MENU
Harga Minyak Dunia Naik ke US$108,68, Ketegangan AS-Iran Ganggu Pasoka...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Dunia Naik ke US$108,68, Ketegangan AS-Iran Ganggu Pasokan Global

N Editor : Nida | 28 Apr 2026 | 10:29 WIB
Harga Minyak Dunia Naik ke US$108,68, Ketegangan AS-Iran Ganggu Pasokan Global
Kapal pengangkut minyak (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id - Harga minyak mentah global kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (28/4). Kenaikan ini terjadi setelah pasar merespons ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.

Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Juni tercatat naik sebesar 0,4 persen atau 45 sen menjadi US$108,68 per barel. Pada sesi sebelumnya, Brent bahkan melonjak 2,8 persen dan mencatat level tertinggi sejak awal April, sekaligus menguat selama tujuh hari berturut-turut.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni juga mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen atau 58 sen menjadi US$96,96 per barel, setelah sebelumnya turut menguat lebih dari 2 persen. Ketegangan Politik AS–Iran Jadi Pemicu Utama Penguatan harga minyak ini dipicu oleh ketidakpastian negosiasi damai antara AS dan Iran. Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump tidak puas dengan proposal terbaru yang diajukan pihak Iran untuk meredakan konflik.

Kondisi tersebut membuat proses diplomasi kembali mengalami kebuntuan, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Di sisi lain, Iran dilaporkan masih menahan pembahasan terkait program nuklir hingga tercapainya kesepakatan penghentian permusuhan dan penyelesaian sengketa pelayaran di kawasan Teluk. Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Pasokan Minyak Ketegangan yang terjadi juga berdampak pada jalur penting perdagangan energi dunia, yaitu Selat Hormuz. Jalur ini diketahui menjadi rute bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global.

Data terbaru menunjukkan adanya gangguan distribusi, di mana beberapa kapal tanker minyak Iran terpaksa memutar arah akibat kondisi blokade. Namun, satu kapal LNG dari Uni Emirat Arab dilaporkan masih berhasil melewati jalur tersebut menuju kawasan Asia. Pasar Waspadai Risiko Gangguan Pasokan Para analis menilai bahwa fokus utama pelaku pasar saat ini bukan lagi pada pernyataan politik, melainkan pada kelancaran distribusi fisik minyak mentah di jalur strategis tersebut.

Jika kesepakatan damai antara AS dan Iran tercapai, pemulihan pasokan minyak diperkirakan tetap membutuhkan waktu cukup panjang akibat gangguan produksi dan hambatan logistik yang telah terjadi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.