Menurutnya, jika konflik berlangsung lama, tekanan terhadap sektor industri, termasuk plastik, berpotensi menjadi struktural. Ia menyarankan pemerintah memberikan insentif fiskal yang tepat sasaran, seperti subsidi energi dan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Pedagang Tertekan, Margin Menipis
Di tingkat pedagang, dampak kenaikan harga plastik mulai terasa. Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, menyebut banyak pedagang memilih menahan harga jual demi menjaga pelanggan, meski margin keuntungan semakin menipis.
IKAPPI juga mendorong penggunaan alternatif ramah lingkungan, seperti tas anyaman, meski adopsinya masih terbatas.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor plastik dan produk turunannya mencapai US$ 873,2 juta pada Februari 2026. China menjadi pemasok terbesar, disusul Thailand dan Korea Selatan.
Kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik, sehingga rentan terhadap gejolak global. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.