Berembus Selama Puluhan Ribu Tahun
Berdasarkan ukuran rongga yang teramati, para astronom memperkirakan angin kosmik dari Sagittarius A* telah berembus secara berkelanjutan selama sedikitnya 20.000 tahun.
Temuan ini sekaligus membuktikan bahwa Sagittarius A* memiliki karakteristik yang serupa dengan lubang hitam supermasif lainnya di alam semesta, meskipun tingkat aktivitasnya relatif lebih rendah.
Peneliti lainnya dari Northwestern University, Lena Murchikova, menjelaskan bahwa angin yang dihasilkan Sagittarius A* tidak terlalu kuat dan kemungkinan berubah arah dalam rentang waktu yang panjang.
“Penemuan ini menunjukkan bahwa lubang hitam di pusat galaksi kita tidak berbeda secara fundamental dari lubang hitam supermasif lainnya di alam semesta,” ujarnya.
Membuka Pemahaman Baru tentang Evolusi Galaksi
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Astrophysical Journal Letters tersebut dinilai penting karena memberikan gambaran baru tentang bagaimana lubang hitam yang tampak tenang tetap mampu memengaruhi lingkungan galaksinya.
Para astronom berharap temuan ini dapat membantu menjelaskan peran lubang hitam supermasif dalam membentuk struktur galaksi serta evolusi kosmik dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Penelitian tersebut juga menjadi langkah penting dalam memahami hubungan antara aktivitas lubang hitam dan dinamika materi di pusat galaksi Bima Sakti. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.