Chappaqua, Sinata.id – Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sekaligus tokoh kunci Partai Demokrat, Hillary Rodham Clinton, memberikan kesaksian panjang di depan panel penyidik Amerika Serikat, menepis seluruh tudingan yang mengaitkannya dengan skandal Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang kontroversial.
Dalam sesi deposisi tertutup yang berlangsung lebih dari enam jam di Chappaqua, New York, pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat, Clinton dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memiliki hubungan pribadi maupun profesional dengan Epstein atau menyimpan informasi yang berarti mengenai aktivitas kriminal yang dilakukan oleh pria yang meninggal di penjara pada 2019 saat menunggu persidangan federal itu.
“Saya tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein. Saya tidak mengetahui aktivitas kriminal yang dilakukannya, dan saya tidak pernah berada di pesawatnya, di pulau maupun propertinya,” ujar Hillary Clinton.
Clinton juga menegaskan bahwa selama kariernya dalam pemerintahan maupun sebagai warga sipil, ia tidak pernah terlibat dalam investigasi atau proses penegakan hukum terkait Epstein atau mantan rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell, yang telah dinyatakan bersalah atas kejahatan serupa.
Meski demikian, ia mengakui mengenal Maxwell secara longgar melalui sebuah acara sosial, termasuk disebut pernah hadir dalam pernikahan putri Clinton pada 2010 sebagai tamu dari orang lain, namun Clinton menekankan bahwa hubungan itu tidak pernah berkonotasi dengan pengetahuan atau keterlibatan atas tindakan kriminal Maxwell atau Epstein.
Sikap keras Hillary ini muncul di tengah tekanan politik dari komite DPR yang dikendalikan Partai Republik, yang telah lama menuding sejumlah figur berprofil tinggi terkait dalam arsip dokumen kasus Epstein. Clinton justru membalas kritikan itu dengan menyebut penyelidikan yang mengarah kepadanya sebagai upaya politis untuk mengalihkan perhatian publik dari dugaan keterkaitan lain, termasuk melibatkan nama mantan Presiden Donald Trump.
Ketua Panitia House Oversight Committee, Rep. James Comer, membantah bahwa penyelidikan itu bermotif politis dan menjanjikan transparansi penuh dengan akan menerbitkan transkrip dan rekaman video deposisi Hillary dan suaminya, Bill Clinton, yang dijadwalkan memberikan kesaksian pada hari berikutnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.