MENU
Horja Bius Mangase Taon Digelar, Wabup Samosir: Budaya itu Tak Ternila...
WA FB
Samosir

Horja Bius Mangase Taon Digelar, Wabup Samosir: Budaya itu Tak Ternilai

G Editor : Gunawan Purba | 11 Apr 2026 | 14:11 WIB
Horja Bius Mangase Taon Digelar, Wabup Samosir: Budaya itu Tak Ternilai
Wakil Bupati Samosir membuka secara resmi even perdana HSF berupa Horja Bius Mangase Taon

Samosir, Sinata.id - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Samosir gelar even Horja Bius Mangase Taon di Salon Tonga-tonga, Jumat (10/4/2026).

Even ini akan berlangsung selama dua hari, yakni, 10 hingga 11 April 2026. Pada kegiatan akan menampilkan prosesi sakral mangalahat horbo yang menjadi salah satu daya tarik utama.

Horja Bius Mangase Taon secara resmi dibuka Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gondang, sebagai simbol dimulainya rangkaian acara adat.

Kegiatan kali ini merupakan Even Perdana Horas Samosir Fiesta (HSF), kegiatan budaya yang diselenggarakan bersama Bius Salaon Sitolu Hae Horbo, dengan menghadirkan berbagai ritual adat yang sarat makna.

Sejumlah rangkaian kegiatan yang ditampilkan di antaranya Tomu-tomu di Toguan Paborhat Boni, Paborhat Pangase, Martulaktulak, Manggalangi Pargoci/Panuturi, Mamona Gondang, Martabat Tabar, hingga talk show bertema “Filosofi Ulos”.

Selain itu, event  juga diramaikan dengan pagelaran seni budaya oleh pelajar se-Kecamatan Ronggurnihuta, sebagai bentuk keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

Ritual Horja Bius Mangase Taon sendiri merupakan tradisi leluhur masyarakat Batak yang dahulu dilakukan untuk mengusir bala atau penyakit, sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat.

Pada momen itu, Wakil Bupati Samosir mengatakan, kegiatan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam melestarikan warisan leluhur.

“Budaya merupakan kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Saya bersyukur masih banyak kelompok seni yang aktif, ini menjadi kebanggaan yang tidak terukur,” ujar Ariston.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif, baik bagi generasi muda, pelaku UMKM, maupun promosi budaya Samosir ke tingkat nasional.

“Kita harus melestarikan budaya dengan bahu-membahu. Peran tokoh adat sangat penting untuk mendidik generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai budaya,” katanya.

Ia mendorong pembangunan gedung teater sebagai sarana penampilan seni budaya serta kegiatan lainnya di Samosir. Ia juga berharap  lembaga adat mampu menyatukan seluruh tokoh adat sebagai kekuatan utama dalam menjaga kelestarian budaya.

Ariston menyebut, event ini dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam memelihara adat serta mendorong terbentuknya desa adat yang kuat, seperti di daerah wisata Bali.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.