MENU
Hujan Deras Picu Banjir Parah di Periuk Tangerang, 9.752 Jiwa Terdampa...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Hujan Deras Picu Banjir Parah di Periuk Tangerang, 9.752 Jiwa Terdampak

T Editor : Tumpal Pandapotan | 08 Mar 2026 | 22:18 WIB
Hujan Deras Picu Banjir Parah di Periuk Tangerang, 9.752 Jiwa Terdampak
Ilustrasi banjir merendam pemukiman.

Tangerang, Sinata.id - Banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari lima meter merendam kawasan Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, Minggu (8/3/2026) dini hari.

Bencana tersebut mengakibatkan ratusan rumah terendam dan memaksa ribuan warga mengungsi ke sejumlah titik penampungan darurat.

Genangan air dilaporkan melanda lima RT di RW 08 Perumahan Periuk Damai dan berdampak pada sedikitnya 286 kepala keluarga.

Ketinggian air bervariasi antara dua hingga lebih dari lima meter, sehingga sebagian rumah terendam hampir seluruhnya.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama. Kondisi itu menyebabkan debit air Kali Cirarab meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

Baca: http://TNI Jelaskan Soal Telegram Rahasia Siaga 1

Situasi diperparah oleh kerusakan pada sejumlah tanggul serta melimpasnya air dari Danau Situ Bulakan yang selama ini berfungsi sebagai penampung air.

Ketua RW setempat, Heri, mengatakan peristiwa ini merupakan banjir kedua yang terjadi di kawasan tersebut dalam tahun ini. Menurutnya, tinggi air pada kejadian kali ini melebihi banjir yang terjadi sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa pada banjir sebelumnya ketinggian air berkisar dua hingga sekitar empat setengah meter, sedangkan pada peristiwa terbaru mencapai sekitar dua hingga lima setengah meter.

Warga sebelumnya memperkirakan banjir tidak akan separah kejadian sebelumnya, namun kenyataannya debit air meningkat dan tanggul yang sempat diperbaiki kembali jebol.

Sementara itu, Camat Periuk Andhika Nugraha menyebutkan banjir tidak hanya terjadi di satu lokasi. Secara keseluruhan terdapat 25 titik banjir yang tersebar di lima kelurahan di Kecamatan Periuk.

Menurut Andhika, banjir dipicu oleh limpasan air akibat tingginya curah hujan serta kondisi tanggul yang tidak mampu menahan debit air. Beberapa tanggul dilaporkan mengalami rembesan hingga menyebabkan air meluap ke kawasan permukiman.

Data pemerintah kecamatan mencatat sebanyak 3.337 kepala keluarga atau sekitar 9.752 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 8.500 warga terpaksa mengungsi ke 18 posko yang telah disiapkan.

Warga yang terdampak berharap bantuan logistik segera disalurkan, terutama karena banjir terjadi saat bulan Ramadan ketika kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar meningkat. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.