Sementara itu, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain MUTU, MMIX, CBPE, LFLO, dan BTON. Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam meliputi WIFI, ARKO, RSGK, APIC, dan RMKE.
Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,19 juta transaksi dengan volume 38,04 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp31,73 triliun.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 108 saham menguat, 626 saham melemah, dan 81 saham bergerak stagnan.
Bursa Asia Ikut Tertekan
Pelemahan pasar saham Indonesia sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang juga berada di zona merah.
Indeks Nikkei Jepang turun 1,26 persen, Shanghai Composite melemah 0,74 persen, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,15 persen, dan Straits Times Singapura turun 0,46 persen.
Sebaliknya, sejumlah bursa Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan kinerja lebih positif. Indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris ditutup menguat, sementara indeks Dow Jones dan S&P 500 di Wall Street juga mencatat kenaikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi di pasar modal Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen domestik dan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi ke depan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.