MENU
IHSG Berpotensi Variatif di Tengah Gejolak Global, Ini Analisis dan Pr...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

IHSG Berpotensi Variatif di Tengah Gejolak Global, Ini Analisis dan Proyeksinya

S Editor : SINATA.ID | 25 Mar 2026 | 11:26 WIB
IHSG Berpotensi Variatif di Tengah Gejolak Global, Ini Analisis dan Proyeksinya
Ilustrasi pergerakan pasar saham. (kabarbursa)

Selain itu, opsi kebijakan work from home (WFH) satu hari per minggu atau penerapan sistem kerja empat hari bagi ASN dan sektor swasta turut dipertimbangkan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Investor saat ini menantikan arah kebijakan yang akan diambil pemerintah,” kata Ratna.

Pada perdagangan Selasa (24/3/2026), bursa saham Eropa bergerak variatif. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,08 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,72 persen, DAX Jerman melemah 0,07 persen, dan CAC Prancis menguat 0,23 persen.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat di Wall Street ditutup melemah. Indeks S&P 500 turun 0,37 persen ke level 6.556,37, Nasdaq terkoreksi 0,77 persen ke 22.002,45, dan Dow Jones melemah 0,18 persen ke 46.124,06.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks menguat pada perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei naik 2,90 persen, Shanghai menguat 1,07 persen, Hang Seng bertambah 1,27 persen, dan Strait Times naik 0,72 persen.

Prospek IHSG Pasca Libur Panjang

IHSG juga diproyeksikan berpotensi menguat terbatas pada awal perdagangan pasca libur panjang Nyepi dan Lebaran. Sentimen ini didorong stabilitas pasar global selama periode libur serta peluang terjadinya technical rebound.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menjelaskan bahwa pasar saham global cenderung stabil bahkan menguat selama libur panjang, sehingga memberikan sentimen positif awal bagi pasar domestik.

Secara historis, IHSG kerap mengalami technical rebound setelah libur panjang, seiring kembalinya aliran dana ke pasar setelah sebelumnya investor melakukan aksi ambil untung (profit taking).

“Penguatan berpotensi terjadi, namun masih terbatas karena pasar berada dalam fase konsolidasi,” ujar Hendra.

Ia memperkirakan IHSG akan menguji level resistance di kisaran 7.150 hingga 7.200. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko eksternal seperti tensi geopolitik, lonjakan harga energi, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.

Jika tekanan global meningkat, IHSG berpotensi kembali melemah dan menguji level psikologis di angka 7.000.

Selain itu, pergerakan pasar pada pekan ini diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan global selama libur, termasuk fluktuasi harga komoditas seperti emas dan energi.

Dari sisi likuiditas, aktivitas transaksi diperkirakan belum sepenuhnya pulih karena sebagian pelaku pasar masih dalam suasana libur Lebaran. Kondisi ini berpotensi membuat pergerakan indeks menjadi lebih fluktuatif.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.