Berdasarkan data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan berada di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor infrastruktur, barang baku, energi, dan teknologi.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat utama IHSG setelah turun 2,5 persen dan menekan indeks hingga 14,05 poin.
Selain itu, saham DSSA langsung menyentuh auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 15 persen ke level Rp880 per saham dan berkontribusi terhadap pelemahan indeks sebesar 13,67 poin.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mengalami ARB setelah turun 14,88 persen ke harga Rp3.660 per saham, dengan kontribusi pelemahan sekitar 13 poin indeks.
Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun ke level Rp2.880 per saham dan tidak lagi menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Pelemahan saham BREN turut menekan IHSG sebesar 10 poin.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang sebelumnya dikeluarkan dari indeks MSCI juga ikut memberikan tekanan sebesar 9,12 poin terhadap IHSG.
Mengutip RTI Business pada pukul 09.06 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.628,976 atau turun 158 poin setara 2,35 persen. Pergerakan indeks diwarnai 101 saham menguat, 495 saham melemah, dan 125 saham stagnan.
IHSG bergerak pada rentang 6.548,069 hingga 6.631,282 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp11.517 triliun. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.