MENU
IHSG Diprediksi Lanjut Melemah Pada 23 Oktober 2025
WA FB
News

IHSG Diprediksi Lanjut Melemah Pada 23 Oktober 2025

R Editor : Redaksi Sinata | 22 Oct 2025 | 18:39 WIB
IHSG Diprediksi Lanjut Melemah Pada 23 Oktober 2025
IHSG diprediksi lanjut melemah pada perdagangan Kamis (23/10/2025) usai terkoreksi 1,04% ke level 8.152. (Ilustrasi)

Sinata.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum mampu bangkit pada perdagangan Kamis (23/10/2025). Setelah menutup sesi Rabu (22/10/2025) di level 8.152,55 atau turun 1,04 persen, indeks domestik diprediksi masih akan bergerak di zona merah.

Menurut analisis Phintraco Sekuritas, pelemahan yang terjadi bukan tanpa alasan. Aksi ambil untung atau profit taking dipicu oleh koreksi di bursa Asia, ditambah keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuannya.

RDG BI kembali menetapkan BI Rate di 4,75 persen, dengan deposit facility rate di 3,75 persen dan lending facility rate di 5,5 persen.

Secara teknikal, IHSG sebenarnya masih dalam fase bullish dalam jangka menengah hingga panjang.

Indeks masih bertahan di atas MA100 dan MA200, dua garis rata-rata yang menjadi indikator arah tren pasar. Namun, dalam jangka pendek, IHSG tengah menguji MA20 di sekitar level 8.121.

Phintraco memperingatkan adanya potensi pelemahan menuju area 8.050–8.200, terutama karena terbentuknya gap down di posisi 8.117. Artinya, pergerakan IHSG berpotensi bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah.

BI Rate Tetap, Sektor Properti Justru Menguat

Keputusan BI menahan suku bunga dinilai sejalan dengan inflasi yang masih stabil dan upaya menjaga nilai tukar rupiah.

Namun, keputusan tersebut belum cukup kuat untuk menopang seluruh sektor saham.

Harga komoditas emas yang terkoreksi tajam turut menyeret saham-saham berbasis komoditas, terutama di sektor basic material yang menjadi penekan terbesar IHSG hari ini.

Sebaliknya, saham sektor properti justru menguat, didorong sentimen positif dari rencana pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP hingga Desember 2027.

Kredit Mulai Pulih, Tapi Belum Optimal

Meski BI Rate tetap, kinerja kredit perbankan menunjukkan sinyal pemulihan.

Data mencatat pertumbuhan kredit pada September 2025 mencapai 7,7 persen secara tahunan (YoY), sedikit lebih tinggi dari 7,56 persen YoY di Agustus.

Kendati demikian, analis menilai pertumbuhan ini masih perlu digenjot untuk mendukung laju ekonomi nasional.

Di tengah tren melemah ini, Phintraco Sekuritas masih merekomendasikan sejumlah saham untuk trading harian.

Beberapa emiten yang dianggap berpotensi mencatat pergerakan positif adalah PTPP, BUMI, PANI, ELSA, dan INTP.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.