MENU
IHSG Melemah Pagi Ini, Investor Waspada Konflik Iran-AS dan Kebijakan...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah Pagi Ini, Investor Waspada Konflik Iran-AS dan Kebijakan Fiskal

F Editor : Ferry SP Sinamo | 26 Mar 2026 | 10:57 WIB
IHSG Melemah Pagi Ini, Investor Waspada Konflik Iran-AS dan Kebijakan Fiskal
IHSG turun di awal pekan, investor menunggu reformasi transparansi OJK & BEI untuk stabilkan pasar dan tarik investor global. (Ilustrasi)

Jakarta, Sinata.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Kamis (26/3/2026). Pukul 10.17 WIB, IHSG tercatat turun 85,81 poin atau 1,18% ke level 7.216,31. Sebanyak 338 saham tercatat turun, 318 menguat, dan 302 stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,8 triliun dari 14,76 miliar saham yang diperdagangkan dalam 698.300 kali transaksi.

Awalnya, IHSG dibuka menguat 0,16% ke level 7.313,66, namun koreksi terjadi hanya lima menit setelah pembukaan pasar. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual di tengah ketidakpastian global.

Sentimen Global dan Perang Iran-AS

Penguatan IHSG pasca-Lebaran sebelumnya didorong oleh optimisme meredanya ketegangan geopolitik global. Amerika Serikat disebut tengah menyiapkan proposal diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Proposal yang dikenal sebagai “Proposal 15 Poin” menuntut Iran menurunkan kemampuan nuklir militer, menghentikan aktivitas pengayaan uranium, dan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pertukaran pesan melalui mediator tidak berarti Teheran melakukan negosiasi langsung dengan AS. Pernyataan ini memicu ketidakpastian, sehingga pasar saham regional Asia-Pasifik bergerak beragam pada Kamis pagi. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,28%, Topix 0,43%, Kospi Korea Selatan turun 1,55%, dan Kosdaq hampir datar.

Harga minyak global juga berada di bawah tekanan. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 2,2% menjadi US$90,32 per barel, sementara Brent internasional turun 2,17% ke US$102,22. Penurunan harga minyak ini meredakan kekhawatiran inflasi, namun pasar masih waspada terhadap volatilitas.

Perkembangan Fiskal Dalam Negeri

Dari sisi domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penempatan dana pemerintah ke bank swasta dengan syarat ketat, hanya untuk bank dengan kondisi fundamental kuat atau “dapur sehat.” Selain itu, Purbaya menambah penempatan dana ke Himbara dan Bank Jakarta sebesar Rp100 triliun, sehingga total dana pemerintah yang ditempatkan kini mencapai sekitar Rp300 triliun.

Kebijakan fiskal ini menjadi salah satu faktor yang dipantau investor hari ini, bersamaan dengan pengaruh sentimen global terkait konflik Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak.

Pasar Saham Global

Semalam di Amerika Serikat, bursa Wall Street mencatat penguatan. Dow Jones Industrial Average naik 305,43 poin atau 0,66% menjadi 46.429,49, S&P 500 menguat 0,54% ke 6.591,90, dan Nasdaq Composite naik 0,77% ke 21.929,83. Kondisi ini memberikan dukungan bagi sentimen positif, namun ketidakpastian geopolitik tetap menahan laju IHSG pagi ini.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.