MENU
Ilmuwan Ungkap Tinggal di Mars Bisa Ubah Tubuh Manusia Secara Drastis
WA FB
Sains & Teknologi

Ilmuwan Ungkap Tinggal di Mars Bisa Ubah Tubuh Manusia Secara Drastis

J Editor : Jansen Siahaan | 22 Mar 2026 | 22:29 WIB
Ilmuwan Ungkap Tinggal di Mars Bisa Ubah Tubuh Manusia Secara Drastis
Ilustrasi Planet Mars. (gettyimages)

Pematangsiantar, Sinata.id — Ambisi manusia untuk menetap di Mars terus berkembang.

Namun, kehidupan di planet merah tersebut diperkirakan tidak hanya mengubah aspek sosial dan budaya, tetapi juga berpotensi memicu perubahan biologis pada tubuh manusia.

Ahli biologi evolusi dari Rice University, Scott Solomon, mengulas hal ini dalam bukunya Becoming Martian: How Living in Space Will Change Our Bodies and Minds. Ia menjelaskan bahwa manusia telah berevolusi selama jutaan tahun untuk beradaptasi dengan kondisi di Bumi.

Menurutnya, tubuh dan otak manusia terbentuk oleh faktor lingkungan seperti gravitasi, atmosfer, radiasi, mikroba, serta siklus siang dan malam. Perubahan lingkungan ekstrem di Mars akan mendorong proses evolusi yang berbeda bagi manusia.

Gravitasi Rendah dan Dampaknya

Mars memiliki gravitasi sekitar 38 persen dari Bumi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah fisiologis, seperti berkurangnya kepadatan tulang dan massa otot.

Penelitian di Stasiun Luar Angkasa Internasional menunjukkan bahwa paparan gravitasi rendah dalam jangka panjang dapat menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh dan otot mengalami penyusutan.

Solomon menilai dampak ini akan lebih signifikan pada anak-anak yang tumbuh di Mars, karena perkembangan tulang dan otot mereka bisa terganggu sejak dini.

Perubahan Bentuk Tubuh dan Kepala

Keterbatasan sumber daya di Mars, seperti air, makanan, dan oksigen, dapat mendorong evolusi manusia ke arah tubuh yang lebih kecil dan efisien.

Selain itu, proses persalinan di Mars juga diperkirakan akan berubah. Solomon memprediksi sebagian besar kelahiran kemungkinan dilakukan melalui operasi caesar.

Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, ukuran kepala manusia berpotensi berkembang lebih besar karena tidak lagi dibatasi oleh proses kelahiran alami melalui jalan lahir.

Kulit dan Adaptasi terhadap Radiasi

Lingkungan Mars memiliki tingkat radiasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Bumi karena atmosfernya yang tipis dan ketiadaan medan magnet.

Akibatnya, kulit manusia mungkin akan mengalami perubahan, termasuk peningkatan produksi melanin atau bahkan munculnya pigmen baru sebagai bentuk perlindungan alami terhadap radiasi.

Perubahan ini berpotensi mengubah warna dan karakteristik kulit manusia secara signifikan dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.