MENU
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza
WA FB
Dunia

Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza

R Editor : Redaksi Sinata | 21 Feb 2026 | 17:25 WIB
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza
Menlu Sugiono. (Ist)

Washington D.C., Sinata.id — Indonesia resmi ditetapkan sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) dalam misi stabilisasi di Jalur Gaza, Palestina — sebuah posisi strategis yang dipandang sebagai penghormatan terhadap peran diplomasi dan militer Indonesia di kancah internasional. Keputusan ini diumumkan pada pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington D.C., Jumat (20/2), yang dipimpin oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa posisi Wakil Komandan Operasi ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan terhadap reputasi dan kontribusi Indonesia dalam misi penjagaan perdamaian dunia — khususnya karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pasukan terbesar yang bersedia dikerahkan ke Gaza.

“Penempatan Indonesia sebagai Wakil Panglima ISF mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap profesionalisme TNI dan peran diplomasi kita,” kata Sugiono dalam sesi keterangan pers di Washington, Sabtu (21/2/2026) malam waktu setempat.

Track Record Indonesia

Menurut Sugiono, ISF dipimpin oleh seorang Panglima dari Amerika Serikat, dibantu tiga Wakil Panglima, salah satunya di bidang Operasi yang dipercayakan kepada Indonesia — posisi strategis yang biasanya diberikan berdasarkan kontribusi jumlah personel dan rekam jejak dalam misi penjaga perdamaian internasional.

Indonesia direncanakan akan mengirim sekitar 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam ISF, dengan kemungkinan penambahan jumlah personel, sebagai bagian dari mandat menjaga stabilitas, melakukan perlindungan masyarakat sipil, serta mendukung upaya kemanusiaan dan rekonstruksi pascakonflik.

Peran Indonesia dalam Misi Stabilisasi Gaza

Menlu Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan personel Indonesia tidak akan dilakukan dalam operasi militer aktif seperti penghancuran atau demiliterisasi, tetapi fokus pada perlindungan warga sipil, dukungan kemanusiaan, dan pemulihan kondisi pascakonflik.

“Kita tidak melakukan operasi militer atau demiliterisasi. TNI akan melindungi warga sipil, terlibat dalam tugas kemanusiaan, dan tunduk pada aturan keterlibatan saat situasi mengancam keselamatan personel,” ujar Sugiono.

Respon di Dalam Negeri

Kabar penunjukan ini juga mendapat sambutan di dalam negeri. Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyambut positif keputusan tersebut sebagai bukti kepercayaan global terhadap Indonesia, sekaligus bentuk konkret dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan di Gaza.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.