Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pejabat tinggi militer dan warga sipil. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk wilayah Israel dan beberapa negara yang memiliki kepentingan militer AS.
Eskalasi konflik ini berdampak luas, mulai dari meningkatnya korban jiwa hingga terganggunya stabilitas pasar global dan sektor penerbangan internasional.
Iran menyatakan bersedia menghentikan operasi militernya dengan syarat adanya jaminan keamanan jangka panjang, penutupan pangkalan militer AS di kawasan, serta kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.