MENU
Iran Bersumpah Balas Keras AS dan Israel Usai Wafatnya Ayatollah Ali K...
WA FB
Dunia

Iran Bersumpah Balas Keras AS dan Israel Usai Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

R Editor : Redaksi Sinata | 01 Mar 2026 | 19:26 WIB
Iran Bersumpah Balas Keras AS dan Israel Usai Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Iran menyatakan siap melancarkan balasan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. (Ist)

Teheran, Sinata.id — Dunia kini bergejolak di perjalanan sejarah baru Timur Tengah. Pemerintah dan militer Iran secara tegas menyatakan akan memberikan balasan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer bersama yang menghantam kompleksnya di Teheran akhir pekan lalu.

Kabar kematian Khamenei, yang dipimpin oleh media pemerintah Iran dan diumumkan secara internasional, menjadi titik balik dalam hubungan Tehran dengan Washington dan Tel Aviv — dua kekuatan yang selama ini bersitegang dengan Republik Islam.

Dalam pernyataannya yang dirilis hari ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa negara akan memberikan respons yang “berat, tegas, dan patut disesalkan” kepada pihak yang mereka sebut sebagai “pembunuh Imam Umat”, menargetkan fasilitas militer serta target strategis milik AS dan rezim Zionis Israel secara luas.

“Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka,” ujar pernyataan tegas IRGC yang dikutip dari kantor berita Iran IRNA, Minggu (1/3/2026). Waktu Berkabung & Tekanan Politik Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sekaligus mengumumkan libur nasional untuk menghormati pemimpin yang telah lama dominan dalam politik dan kebijakan luar negeri Teheran. Kematian Khamenei — yang memimpin Iran sejak 1989 — memicu rasa duka mendalam di kalangan loyalis dan pendukungnya.

Namun di balik duka itu, pernyataan dari militer Iran menunjukkan bahwa negara itu siap membalas serangan dengan cara yang “lebih kuat” dari upaya sebelumnya dalam konflik yang memanas tersebut. Ancaman Balasan dan Eskalasi Para analis internasional mencatat bahwa ancaman balasan ini bisa memperluas konflik di kawasan yang sudah memanas. Iran belum merinci detail target maupun waktu serangan balasan, tetapi keseriusan pernyataan IRGC menunjukkan adanya kemungkinan eskalasi militer lebih lanjut di garis depan konfrontasi.

Laporan juga menyebutkan bahwa operasi pembalasan direncanakan menggunakan rudal dan teknologi militer yang disebut lebih canggih daripada yang digunakan dalam operasi sebelumnya.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.