MENU
Iran Borong Rudal Supersonik China, Armada AS Merapat ke Timur Tengah
WA FB
Dunia

Iran Borong Rudal Supersonik China, Armada AS Merapat ke Timur Tengah

R Editor : Redaksi Sinata | 25 Feb 2026 | 15:38 WIB
Iran Borong Rudal Supersonik China, Armada AS Merapat ke Timur Tengah
Iran dikabarkan segera membeli rudal supersonik CM-302 dari China di tengah pengerahan armada Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran dilaporkan berada di tahap akhir negosiasi untuk membeli rudal jelajah anti-kapal supersonik buatan China, di saat Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di perairan dekat Republik Islam itu, sebuah dinamika yang berpotensi mengguncang keseimbangan kekuatan regional dan global.

Menurut sejumlah sumber yang dikutip pada Rabu (25/2/2026), Iran hampir menyelesaikan kesepakatan untuk mengakuisisi rudal CM-302, yakni senjata kelas supersonik yang dirancang untuk terbang rendah dan berkecepatan tinggi sehingga sulit dideteksi sistem pertahanan kapal.

Perundingan antara Teheran dan Beijing ini berlangsung lebih dari dua tahun, tetapi menurut laporan, pembicaraan itu semakin intensif setelah konflik berskala besar antara Iran dan Israel tahun lalu. Sumber mengatakan kesepakatan hampir lengkap, meskipun tanggal pengiriman rudal belum ditetapkan.

Rudal CM-302 memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer dan dirancang untuk “meluncur” rendah di atas permukaan laut dengan kecepatan tinggi, kemampuan yang menurut analis militier membuatnya lebih sulit dihancurkan sebelum mencapai target.

Analis pertahanan menyebutkan bahwa jika kesepakatan ini benar-benar terlaksana, kemampuan ofensif Iran di laut akan meningkat tajam, dengan kemampuan menyerang kapal perang besar di perairan strategis.

Sementara itu, AS terus mengerahkan kekuatan lautnya ke kawasan. Kapal induk seperti USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln, bersama dengan gugus tempur kapal perang lainnya, dilaporkan berada di wilayah Teluk Persia dan Laut Arab, mencerminkan kesiapsiagaan tinggi Washington menghadapi perkembangan keamanan yang terus berubah.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk tekanan strategis terhadap Iran, terutama setelah Amerika Serikat memberikan sambutan yang keras terhadap kemungkinan eskalasi militer jika pembicaraan nuklir berjalan tanpa hasil.

Pakar keamanan menyatakan bahwa kemampuan rudal supersonik seperti CM-302 bisa meredefinisi strategi maritim di kawasan Teluk. Dengan kemampuan terbang rendah dan cepat, rudal ini mampu menembus pertahanan kapal perang konvensional, sehingga memaksa negara lain, termasuk AS, memperhitungkan ulang taktik pertahanan mereka di laut.

Analis lain menambahkan bahwa jika Iran benar-benar memiliki senjata semacam ini, risikonya bukan hanya bagi armada militer besar, tetapi juga bisa mempengaruhi arus perdagangan global, khususnya melalui selat-selat strategis seperti Hormuz.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.