Kuwait, Sinata.id - Serangkaian drone dan rudal Iran dilaporkan menghantam sejumlah fasilitas penting di negara Kuwait, termasuk bandara internasional dan kantor lembaga negara.
Ledakan keras dilaporkan terjadi di sekitar kawasan vital negara itu, memicu respons cepat militer Kuwait untuk menghadapi gelombang serangan yang datang dari udara.
Target yang disasar bukan hanya fasilitas transportasi, tetapi juga infrastruktur pemerintahan.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah kantor Public Institution for Social Security (PIFSS) atau lembaga jaminan sosial Kuwait. Bangunan tersebut dilaporkan terbakar setelah serangan terjadi, memperlihatkan bagaimana konflik regional kini mulai merembet ke fasilitas sipil strategis.
Serangan juga diarahkan ke Bandara Internasional Kuwait, salah satu pintu utama mobilitas udara di kawasan Teluk.
Kementerian Pertahanan Kuwait menyebutkan serangan dilakukan menggunakan drone yang menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar di area bandara. Aparat militer segera bergerak setelah objek terbang mencurigakan memasuki wilayah udara negara itu pada dini hari.
Juru bicara militer Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan, mengatakan angkatan bersenjata negara itu menghadapi gelombang drone yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap infrastruktur penting.
Menurutnya, serangan tersebut merupakan upaya menghantam fasilitas vital yang berkaitan dengan transportasi dan energi.
Serangan di Kuwait terjadi di tengah eskalasi konflik yang semakin luas di Timur Tengah.
Sejumlah negara Teluk lain juga melaporkan ancaman serupa. Sistem pertahanan udara di beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, dilaporkan aktif menghadapi potensi serangan rudal maupun drone yang datang dari arah Iran.
Di Arab Saudi, militer setempat bahkan mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah drone yang mencoba memasuki wilayah udara kerajaan.
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik yang sebelumnya terpusat pada Iran dan Israel kini mulai berdampak pada negara-negara Teluk yang memiliki hubungan militer dengan Amerika Serikat.
Serangan ke bandara dan lembaga negara memperlihatkan perubahan pola target dalam konflik tersebut.
Awalnya, serangan balasan Iran banyak diarahkan ke pangkalan militer atau fasilitas yang terkait dengan Amerika Serikat. Namun dalam perkembangan terbaru, sejumlah fasilitas sipil strategis, seperti energi, bandara, hingga instalasi publik, ikut terdampak.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.