MENU
Iran Tolak Gencatan Senjata, Tegaskan Akhiri Perang dengan AS dan Isra...
WA FB
Dunia

Iran Tolak Gencatan Senjata, Tegaskan Akhiri Perang dengan AS dan Israel

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Apr 2026 | 12:37 WIB
Iran Tolak Gencatan Senjata, Tegaskan Akhiri Perang dengan AS dan Israel
Rudal Iran menghantam gedung di Haifa Israel. (reuters)

Teheran, Sinata.id — Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Penolakan ini disampaikan melalui media pemerintah pada Senin (6/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa Teheran telah menyampaikan tanggapan atas proposal AS melalui jalur diplomatik, termasuk melalui Pakistan. Dalam dokumen berisi sepuluh poin tersebut, Iran menegaskan penolakan terhadap gencatan senjata sementara.

“Iran menolak gencatan senjata dan menekankan perlunya penghentian konflik secara menyeluruh,” tulis IRNA.

Tuntutan Iran dalam Konflik

Dalam tanggapannya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain:

Penghentian konflik secara permanen di kawasan

Jaminan keamanan agar tidak terjadi serangan di masa depan

Pembukaan jalur aman pelayaran di Selat Hormuz

Rekonstruksi wilayah terdampak perang

Pencabutan sanksi internasional

Media The New York Times menyebut Iran juga menginginkan penghentian serangan terhadap sekutunya, termasuk kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.

Selain itu, Iran dikabarkan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan skema biaya tertentu per kapal, yang akan digunakan untuk membiayai rekonstruksi infrastruktur.

Respons Amerika Serikat

Presiden Donald Trump menyebut proposal Iran sebagai “signifikan”, namun menilai hal tersebut belum memadai.

Trump sebelumnya juga memperingatkan bahwa jika Iran tidak menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, maka Amerika Serikat dapat mengambil langkah militer dengan menargetkan infrastruktur vital Iran.

Iran Ingin Akhiri Perang, Bukan Gencatan Sementara

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan gencatan senjata sementara.

Menurutnya, jeda konflik hanya akan dimanfaatkan pihak lawan untuk memperkuat kembali kekuatan militer.

“Tidak ada pihak rasional yang akan menerima gencatan senjata yang hanya memberi waktu bagi lawan untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Iran menginginkan akhir dari konflik yang disertai jaminan kuat agar perang tidak terulang.

Iran juga menyatakan bahwa jaminan keamanan tidak bisa bergantung pada lembaga internasional semata. Teheran menilai perlu adanya efek jera terhadap pihak lawan agar konflik tidak kembali terjadi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.