MENU
Israel Klaim Kuasai Udara Teheran, Perang Multi-Front Dimulai
WA FB
Dunia

Israel Klaim Kuasai Udara Teheran, Perang Multi-Front Dimulai

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Mar 2026 | 16:49 WIB
Israel Klaim Kuasai Udara Teheran, Perang Multi-Front Dimulai
Israel mengaku unggul di udara atas Teheran setelah menggempur pusat militer Iran. Garda Revolusi balas dengan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel. (Ilustrasi)

Dampak Global: Minyak Naik, Bandara Terganggu

Eskalasi cepat ini langsung mengguncang pasar global. Harga minyak mentah melonjak tajam di tengah kekhawatiran terganggunya jalur pasokan energi. Sejumlah maskapai internasional menangguhkan atau mengalihkan penerbangan dari dan menuju kawasan konflik.

Dampaknya bahkan merambat ke negara-negara Teluk. Kuwait melaporkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat drone yang melintas. Kedutaan Besar Amerika Serikat di negara itu mengeluarkan imbauan agar warganya berlindung dari potensi ancaman rudal dan drone. Saksi mata menyebut aparat keamanan, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran disiagakan di sekitar kompleks diplomatik tersebut.

Ledakan juga dilaporkan terdengar di Dubai, Doha, dan wilayah Samha dekat Abu Dhabi. Sementara itu, sebuah drone menghantam pangkalan Angkatan Udara Inggris di Akrotiri, Siprus. Meski hanya menyebabkan kerusakan terbatas tanpa korban jiwa, serangan itu dinilai sebagai eskalasi signifikan karena menjadi insiden pertama terhadap pangkalan tersebut sejak 1986.

Sumber yang mengetahui operasi Israel menyebut intensitas serangan kali ini jauh melampaui konflik singkat 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni tahun lalu. Israel dilaporkan bersiap memanggil tambahan pasukan cadangan dalam 48 jam guna memperkuat lini pertahanan dan ofensifnya.

Washington Turun Tangan

Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan operasi militer gabungan AS–Israel terhadap Iran bisa berlangsung setidaknya empat pekan. Ia menyatakan serangan akan terus berjalan hingga “seluruh tujuan tercapai”, tanpa merinci parameter kemenangan yang dimaksud.

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyampaikan bahwa meski ada peluang dialog dengan kepemimpinan baru Iran di masa depan, operasi militer tetap menjadi prioritas saat ini. “Presiden Trump mengatakan kepemimpinan baru di Iran telah menunjukkan keinginan untuk berbicara dan pada waktunya ia akan melakukannya. Namun untuk saat ini, Operasi Epic Fury berlanjut tanpa henti,” ujarnya.

Pernyataan itu langsung dibalas kubu Iran. Penasihat mendiang Khamenei melalui platform X menegaskan negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Trump. Ia menyebut Presiden AS memiliki “ambisi delusional” dan menuding Washington mulai cemas terhadap jatuhnya korban di pihaknya sendiri.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.