Jakarta, Sinata.id – Sejumlah wilayah di Pulau Jawa, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir mengalami pemadaman listrik bergilir.
Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih setelah sebelumnya terjadi gangguan besar pada sistem kelistrikan di Sumatera pada akhir Mei 2026.
Namun, pemerintah bersama PT PT PLN (Persero) menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh krisis pasokan energi, melainkan faktor teknis pada pembangkit dan jaringan listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemadaman di beberapa wilayah Jawa Barat seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Karawang terjadi akibat gangguan pada sejumlah mesin pembangkit listrik.
“Memang ada beberapa gangguan pada mesin yang dilaporkan PLN. Kami akan segera menanganinya,” ujar Bahlil, Kamis (11/6/2026).
Ia juga menegaskan bahwa isu kelangkaan batu bara tidak benar dan tidak berkaitan dengan gangguan listrik yang terjadi.
Juru Bicara Kementerian ESDM turut memastikan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik masih dalam kondisi aman dan stabil.
Di Jawa Tengah, pemadaman listrik sempat terjadi di wilayah Wonogiri, Sukoharjo, dan Karanganyar selama kurang lebih tiga jam.
Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Sukoharjo, Muhammad Imron, menyebut gangguan berasal dari sistem pembangkitan Jawa 1 yang memengaruhi kestabilan jaringan listrik.
“Gangguan di pembangkitan Jawa 1 sudah berhasil diatasi dan sistem kembali normal,” jelasnya.
Setelah itu, PLN melakukan pengaturan ulang beban untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional.
Di Jawa Timur, pemadaman bergilir terjadi di beberapa wilayah, termasuk Malang Raya dan Gresik.
PT PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur menyampaikan bahwa pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan penguatan sistem kelistrikan untuk meningkatkan keandalan layanan.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jatim, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa sistem kelistrikan di Pulau Jawa masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.