MENU
Kabel Listrik Jatuh ke Seng Rumah Warga Selama 4 Hari, PLN Lambat Mere...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Kabel Listrik Jatuh ke Seng Rumah Warga Selama 4 Hari, PLN Lambat Merespons

Y Editor : Yusri | 06 Jun 2026 | 18:01 WIB
Kabel Listrik Jatuh ke Seng Rumah Warga Selama 4 Hari, PLN Lambat Merespons
Kabel listrik terjatuh ke seng rumah warga selama 4 hari di Jalan Pimpinan Gang Wisma No 8A, Kota Medan. (Istimewa)

Medan, Sinata.id - Kabel listrik terjatuh ke seng rumah warga selama 4 hari di Jalan Pimpinan Gang Wisma No 8A, Kota Medan. Pasalnya, sejak hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan, Rabu (3/6/2026) malam kabel listrik pun terjatuh dan menempel di atap seng salah satu rumah warga.

Akibatnya, kabel listrik itu sempat menimbulkan percikan api berulang kali sejak terjatuh ke seng atap tersebut. Hingga kini, pihak PLN lambat merespons pelayanan dari pelanggannya.

"Sehingga situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi penghuni rumah maupun warga sekitar. Selain berpotensi memicu kebakaran, kabel putus yang bersentuhan dengan seng dikhawatirkan dapat menyebabkan seng dialiri listrik dan mengancam keselamatan jiwa warga," ujar Iwan Panjiwinata, warga setempat, Sabtu (6/6/2026).

Pemilik rumah mengaku telah berupaya melaporkan kejadian tersebut melalui berbagai saluran resmi PLN. Pengaduan bahkan telah tercatat dalam sistem layanan PLN 123 dengan nomor laporan G1226060402426.

Namun, hingga kini beberapa hari setelah laporan dibuat, belum terlihat adanya tindakan nyata di lokasi. Tak hanya melalui layanan pengaduan pelanggan, upaya meminta bantuan juga dilakukan dengan menghubungi pihak Humas PLN Area Medan, termasuk kepada Manajer PLN UID (Unit Induk Distribusi) Sumut, Dharma Saputra.

Harapannya, potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga dapat segera ditangani. Namun menurut warga, permintaan tersebut belum membuahkan respons.

Iwan Panjiwinata juga menilai PLN terkesan lambat merespons laporan yang menyangkut keselamatan masyarakat.

"Apa tunggu ada korban jiwa baru PLN bergerak?" katanya dengan nada kesal.

Bahkan kata Iwan, dirinya sudah berulang kali menghubungi Manajer PLN UID Sumut, Dharma Saputra namun tidak ditanggapi.

"Saya telpon tak diangkat, dan saya sms via aplikasi WhatsAAp tidak dibalas juga," ungkapnya.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat berujung pada tragedi apabila terjadi kebocoran arus listrik atau korsleting yang memicu kebakaran.

Iwan juga menyoroti adanya kesan standar ganda dalam pelayanan PLN. Ia menilai perusahaan tersebut sangat cepat bertindak ketika pelanggan menunggak pembayaran listrik, namun justru lambat saat masyarakat membutuhkan penanganan darurat terkait keselamatan jiwa.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.