MENU
Kacamata Pintar Diprediksi Mulai Gantikan Smartphone
WA FB
Sains & Teknologi

Kacamata Pintar Diprediksi Mulai Gantikan Smartphone

T Editor : Tumpal Pandapotan | 04 Feb 2026 | 16:51 WIB
Kacamata Pintar Diprediksi Mulai Gantikan Smartphone
ilustrasi

Washington, Sinata.id - Kacamata pintar (smart glasses) mulai diproyeksikan oleh sejumlah perusahaan teknologi global sebagai perangkat komputasi generasi berikutnya yang berpotensi mengambil alih fungsi smartphone.

Gelombang pengembangan ini dipicu oleh prediksi para pemimpin industri, termasuk CEO Meta Mark Zuckerberg, yang menyebut pengguna kacamata biasa akan beralih ke kacamata pintar dalam dekade mendatang.

Tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting bagi kebangkitan perangkat *wearable* ini. Kacamata pintar dinilai mampu menghadirkan interaksi yang lebih natural dengan kecerdasan buatan (AI) serta kemudahan akses informasi tanpa harus terus-menerus memegang layar ponsel.

Namun, untuk mencapai adopsi massal, industri masih menghadapi tantangan mendasar. CEO Rokid, Misa Zhu, menyebutnya sebagai "segitiga mustahil", yakni keseimbangan antara kualitas tampilan, daya tahan baterai, dan kenyamanan pemakaian. Menurut Zhu, terobosan pada tiga aspek ini baru mungkin tercapai dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

"Dalam tiga tahun ke depan, [kacamata pintar] masih akan berperan sebagai aksesori. Namun, akan ada perubahan signifikan setelah tiga hingga lima tahun," ujar Zhu, seperti dikutip dari Android Police.

Di pasar, sejumlah produk mulai hadir. Perusahaan asal China, Rokid, resmi memasarkan AI Glasses Style di Amerika Serikat dan Jerman melalui Amazon pada Januari lalu. Produk seharga US$299 ini dibekali baterai 210mAh, berat 38,5 gram, kamera 12 MP, dan dukungan untuk ChatGPT 5.2 serta Microsoft Translator.

Di sisi lain, raksasa teknologi Alibaba juga bersiap meluncurkan Quark AI Glasses di China pada akhir 2025. Kacamata pintar yang ditenagai model AI Qwen ini akan menawarkan fitur panggilan tanpa tangan, terjemahan real-time, dan integrasi dengan ekosistem Alibaba seperti Alipay dan Taobao.

Persaingan di segmen ini semakin ketat dengan kehadiran Meta yang bermitra dengan Ray-Ban, serta rencana peluncuran produk serupa dari perusahaan seperti Xiaomi, Google, dan Samsung dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, para analis memprediksi smartphone belum akan sepenuhnya tergantikan dalam waktu singkat, mengingat perangkat ini masih akan berevolusi sebagai aksesori sebelum potensial berubah peran secara lebih fundamental. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.