MENU
Kartel Narkoba Buronan Australia Ditangkap di Bali Saat Hendak Kabur d...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Kartel Narkoba Buronan Australia Ditangkap di Bali Saat Hendak Kabur dengan Jet Pribadi

Dalam proses penangkapan, sang buronan diketahui menggunakan identitas palsu atas nama George Anderson Mota Correia, warga negara Brasil.

T Editor : Tigor Munthe | 12 Jun 2026 | 21:26 WIB
Kartel Narkoba Buronan Australia Ditangkap di Bali Saat Hendak Kabur dengan Jet Pribadi
Kartel Narkoba Buronan Australia, Angelo Pandeli. (Foto: Humas Polri)

JAKARTA, Sinata.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap buronan narkotika internasional asal Australia, Angelo Pandeli, saat hendak meninggalkan Indonesia menggunakan jet pribadi melalui Terminal Selatan VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Penangkapan yang dilakukan pada Minggu (7/6/2026) tersebut merupakan hasil operasi gabungan antara Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Bea Cukai.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mendukung kerja sama internasional untuk memberantas kejahatan narkotika lintas negara.

"Penangkapan ini menunjukkan komitmen kuat aparat penegak hukum Indonesia dalam mendukung kerja sama internasional untuk memberantas kejahatan narkotika lintas negara," kata Eko dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Eko, informasi mengenai keberadaan Angelo diperoleh dari Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA). 

Berdasarkan informasi intelijen tersebut, Angelo diketahui akan meninggalkan Bali menggunakan jet pribadi CAPA JET dengan nomor penerbangan N917CJ menuju Maputo, Mozambik.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pesawat dan penumpang yang akan berangkat. Dalam proses tersebut, Angelo diketahui menggunakan identitas palsu atas nama George Anderson Mota Correia, warga negara Brasil.

Namun setelah dilakukan pengecekan melalui jaringan kerja sama internasional, identitas Angelo terkonfirmasi memiliki kecocokan 100 persen dengan data yang tercantum dalam Interpol Blue Notice.

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas bahkan menemukan Angelo bersembunyi di dalam toilet pesawat.

Selain mengamankan Angelo, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, kartu identitas, kartu perbankan, beberapa paspor dengan identitas berbeda, kartu SIM, serta uang tunai sebesar 600 dolar Amerika Serikat.

Menurut Eko, temuan berbagai dokumen perjalanan dan identitas berbeda tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang masih terus dikembangkan.

"Kami akan mendalami seluruh barang bukti yang ditemukan, termasuk dokumen perjalanan dan perangkat komunikasi yang dikuasai oleh yang bersangkutan. Pendalaman ini penting untuk mengungkap jaringan serta aktivitas lintas negara yang diduga terkait dengan peredaran narkotika," ujarnya.

Peran Angelo 

Berdasarkan informasi dari aparat penegak hukum internasional, Angelo Pandeli diduga memiliki peran penting dalam pengendalian pengiriman prekursor narkotika ke Australia dan disebut sebagai salah satu tokoh kejahatan terorganisasi lintas negara.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.