MENU
Kartini Sjahrir dan Marlo Budiman Mundur dari Lippo Karawaci di Tengah...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Kartini Sjahrir dan Marlo Budiman Mundur dari Lippo Karawaci di Tengah Proyek Rusun

J Editor : Jansen Siahaan | 03 Feb 2026 | 14:56 WIB
Kartini Sjahrir dan Marlo Budiman Mundur dari Lippo Karawaci di Tengah Proyek Rusun
Logo PT Lippo Karawaci Tbk. (istimewa)

Jakarta, Sinata.id — PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan pengunduran diri Kartini Sjahrir dari jabatan Komisaris Independen serta Marlo Budiman dari posisi Presiden Direktur perseroan.

Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah langkah ekspansi Grup Lippo yang tengah menggarap proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta.

Sekretaris Perusahaan LPKR, Ratih Safitri, menyampaikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri Kartini dan Marlo pada Jumat (30/1/2026).

“Pada tanggal 30 Januari 2026, perseroan telah menerima surat pengunduran diri Ibu Kartini Sjahrir dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Perseroan,” ujar Ratih dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Dalam laporan terpisah, Ratih juga menyatakan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri Marlo dari jabatannya sebagai Presiden Direktur LPKR pada tanggal yang sama. Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait pengunduran diri tersebut akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” kata Ratih.

Selain dari LPKR, Marlo juga mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Sekretaris Perusahaan LPCK, Peter Adrian, menyebutkan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada 30 Januari 2026.

Merujuk pada laman resmi perusahaan, Marlo sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur LPCK berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada 21 Mei 2025, dengan masa jabatan hingga ditutupnya RUPS Tahunan tahun 2026.

Pengunduran diri Marlo terjadi di tengah rencana pengembangan rusun subsidi oleh Grup Lippo di kawasan Meikarta. Proyek tersebut direncanakan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare, yang terbagi dalam tiga kawasan masing-masing seluas 10 hektare.

Head of Project Management LPKR, Fritz Atmodjo, menjelaskan bahwa setiap kawasan akan dikembangkan dengan 18 tower, di mana satu tower dirancang berisi sekitar 2.600 unit hunian. Dengan demikian, total pembangunan direncanakan mencapai 54 tower dengan sekitar 141.000 unit rusun subsidi.

Terkait pengunduran diri Kartini dan Marlo, perseroan tidak mengungkapkan alasan rinci di balik keputusan tersebut. Namun, manajemen menegaskan bahwa langkah ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja dan keberlangsungan usaha perusahaan. (A02)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.