MENU
Keluarga Sinamo Gelar Adat Pak-pak Ritual Mengari-ari Tendi untuk Anak...
WA FB
Wisata & Kuliner

Keluarga Sinamo Gelar Adat Pak-pak Ritual Mengari-ari Tendi untuk Anak Alm Jerdiaman Saragih

G Editor : Gunawan Purba | 14 Sep 2025 | 09:39 WIB
Keluarga Sinamo Gelar Adat Pak-pak Ritual Mengari-ari Tendi untuk Anak Alm Jerdiaman Saragih
file_00000000f60861fdb0bbd85a69089d1f_20250914093818338

Pematangsiantar, Sinata.id – Dalam suasana duka atas meninggalnya Jerdiaman Saragih, seorang PNS aktif yang berpulang pada Selasa, 3 September 2025 lalu, keluarga besar Marga Sinamo laksanakan adat istiadat suku Pakpak berupa “Mengari-ari Tendi” bagi anak-anak almarhum.

Pelaksanaan adat ini digelar di kediaman Wanda Mehangga Sinamo (menantu almarhum) bersama istrinya Asri Yuni Pratiwi br Saragih, serta ketiga saudara kandungnya. Adapun anak-anak almarhum yang ditinggalkan yaitu:

1. Asri Yuni Pratiwi br Saragih (bersuami Wanda MH Sinamo), 2. Gloria Sepriandi Saragih, 3. Febby Lola Sari br Saragih (mahasiswa), dan 4. Christina Philianta br Saragih (kelas 3 SMP).

Prosesi Mengari-ari Tendi dilakukan dengan menyerahkan makanan khas secara adat Pakpak Dairi kepada anak-anak yang ditinggalkan. Tradisi ini dimaksudkan untuk menguatkan jiwa mereka, meninggalkan kesedihan, dan menata langkah menuju kebahagiaan di hari mendatang.

“Sebagai keluarga mertua (simatua parumaen), kami Marga Sinamo merasa wajib melaksanakan adat ini. Tujuannya agar anak-anak almarhum bisa kembali bersemangat menjalani kehidupan,” ujar St. Ir. Pariaman Sinamo kepada Sinata.id, Minggu (14/9/2025).

Pariaman juga menambahkan, pelaksanaan adat ini sangat wajar dilakukan, mengingat almarhum adalah mertua dari cucu kami, Wanda Mehangga Sinamo. “Kami ingin memberikan semangat kembali, terutama kepada Febby Lola Sari yang masih kuliah dan Christina Philianta yang masih duduk di kelas 3 SMP. Mereka harus tetap bersemangat menata masa depan,” tegasnya.

Sebagai catatan, dalam budaya Pakpak Dairi, Mengari-ari Tendi adalah ritual adat yang berarti menguatkan jiwa.

Prosesi ini biasanya dilakukan dengan memberikan makanan khas kepada keluarga yang ditinggalkan, sebagai simbol penghiburan agar roh kesedihan ditinggalkan, dan kehidupan kembali dipenuhi sukacita.

Dengan terlaksananya prosesi adat tersebut, keluarga berharap kesedihan yang mendalam dapat perlahan terobati, serta memberi kekuatan dan penghiburan bagi keturunan almarhum Jerdiaman Saragih. (A27).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.