Selain itu, Iran turut memberi sinyal keras bahwa jika dipaksa melalui konflik, respons bukan hanya bersifat defensif—tetapi bisa meluas mencakup penutupan Selat Hormuz atau aksi terhadap fasilitas militer sekutu Washington di kawasan. Langkah semacam itu bisa berdampak dramatis terhadap pasar energi global dan perekonomian dunia.
Meski retorika perang kian tajam, ada juga indikasi diplomasi masih berjalan di balik layar. Poin penting dari negosiasi nuklir mencakup pembicaraan elemen teknis dan saling pengakuan tentang hak Iran atas beberapa aspek program nuklirnya yang disebut “damai” oleh Teheran, sementara AS masih menuntut penghentian sepenuhnya uranium enrichment. Diskusi ini diyakini masih bisa menghasilkan kesepakatan sementara sebelum ambang waktu 10–15 hari yang ditetapkan Trump.
Namun, baik Washington maupun Teheran tampak berhati-hati dalam menghindari konflik terbuka. Presiden Trump sendiri belum mengambil keputusan final meskipun opsi militer tengah ditimbang, sementara diplomat Iran menyerukan negosiasi sambil menegaskan kesiapan untuk mempertahankan diri. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.