Pematangsiantar, Sinata.id – Kreator konten global Khaby Lame kembali mencuri perhatian dunia.
Sosok yang dikenal lewat konten tanpa dialog itu kini resmi naik kelas menjadi pebisnis skala internasional setelah perusahaan operasional utamanya, Step Distinctive Limited, diakuisisi oleh Rich Sparkle Holdings.
Rich Sparkle Holdings, perusahaan berbasis di Hong Kong yang terdaftar di bursa Amerika Serikat dengan kode ANPA.US, mengakuisisi Step Distinctive Limited dengan nilai USD 975 juta atau setara Rp16,35 triliun (kurs Rp16.777 per dolar AS).
Menariknya, transaksi tersebut tidak sekadar akuisisi biasa. Usai kesepakatan rampung, Khaby Lame justru menjadi pemegang saham pengendali di Rich Sparkle Holdings melalui skema all-stock deal. Artinya, Khaby tidak hanya melepas mayoritas saham perusahaannya, tetapi juga memperoleh posisi strategis dalam struktur kepemilikan baru.
Melalui akun media sosialnya, Khaby menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama tersebut.
“Selamat kepada tim ANPA. Saya sangat senang menjadi pemegang saham dan berharap dapat melakukan hal-hal hebat ke depan,” ujar Khaby Lame, dikutip Senin (26/1/2026).
Bangun Ekosistem E-Commerce Konten Global
Menurut laporan LADBible, akuisisi ini bertujuan mendorong Khaby Lame membangun ekosistem e-commerce berbasis konten global yang berkelanjutan dan berorientasi pada pertumbuhan tinggi.
Ke depan, Rich Sparkle Holdings akan mengelola penuh aktivitas e-commerce Khaby, mulai dari perencanaan konten, distribusi trafik, hingga operasional TikTok Shop. Tidak hanya itu, perusahaan juga akan menangani rantai pasok dari hulu ke hilir, termasuk pemilihan produk, inspeksi kualitas, logistik lintas negara, serta layanan purna jual untuk pasar internasional.
Kesepakatan tersebut turut mencakup pengembangan teknologi canggih, seperti optimalisasi konversi end-to-end dan pembuatan kembaran digital (digital twin) berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk kepentingan komersial global.
Proyek ini menargetkan pasar besar, antara lain Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Proses transisi dan pengembangan sistem diproyeksikan berlangsung selama 36 bulan, bekerja sama dengan Anhui Xiaoheiyang Network Technology Co. Ltd. dari China.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, kolaborasi ini diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan lebih dari USD 4 miliar per tahun dari sektor trafik, operasional, pemenuhan pesanan, dan teknologi.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.