Teheran, Sinata.id - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan terhadap Iran berpotensi memicu perang besar di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato di pusat Kota Teheran, Minggu (1/2/2026), saat memperingati ulang tahun kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan pada 1979.
Dalam pidatonya, Khamenei menekankan bahwa pangkalan militer AS di kawasan, termasuk Pangkalan Al Udeid di Qatar yang pernah menjadi target serangan pada Juni 2025, tidak aman jika terjadi eskalasi konflik.
“Mereka harus sadar, jika memulai perang, itu akan menjadi perang regional,” ujar Khamenei di hadapan ribuan orang yang hadir.
Selain ancaman terhadap pangkalan AS, Khamenei menuding motivasi Washington menyerang Iran berkaitan dengan sumber daya minyak dan gas alam yang melimpah.
Ia juga menanggapi demonstrasi anti-pemerintah yang berlangsung sejak 28 Desember 2025, menyebut aksi tersebut sebagai pemberontakan yang menyerupai kudeta.
Demonstrasi awalnya dipicu oleh mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran akibat memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar mata uang rial.
Namun, unjuk rasa cepat menyebar ke berbagai kota dan berubah menjadi kerusuhan setelah pemerintah memutus layanan internet dan telekomunikasi.
Khamenei menekankan bahwa tujuan para demonstran adalah merusak pusat-pusat penting yang menjalankan pemerintahan.
Peringatan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan, termasuk latihan militer Iran di Selat Hormuz dan kehadiran pasukan AS yang tetap waspada.
Khamenei menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi campur tangan asing dan siap menghadapi ancaman eksternal dengan tegas. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.