MENU
Kim Jong Un Nilai AS Gagal Tekan Negara Penentang Dominasi Global
WA FB
Dunia

Kim Jong Un Nilai AS Gagal Tekan Negara Penentang Dominasi Global

T Editor : Tumpal Pandapotan | 24 Mar 2026 | 22:27 WIB
Kim Jong Un Nilai AS Gagal Tekan Negara Penentang Dominasi Global
Oplus_16908288

Pyongyang, Sinata.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuding Amerika Serikat melakukan tindakan agresi dan terorisme dalam pidato kebijakan perdananya setelah kembali terpilih memimpin pemerintahan, Senin (23/3/2026). Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 di Pyongyang.

Dalam pidato tersebut, Kim menyebut kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump telah memicu konflik di berbagai kawasan, termasuk merujuk pada operasi militer yang melibatkan Iran serta sejumlah negara lain.

Meski demikian, ia menilai langkah tersebut tidak berhasil melemahkan negara maupun kelompok yang menentang dominasi global Washington.

Kim juga menyatakan tindakan Amerika justru memperkuat sentimen anti-AS dan mendorong konsolidasi di antara negara atau kelompok yang merasa tertekan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan yang mengusung kemerdekaan pada akhirnya akan mampu bertahan dan berkembang menghadapi tekanan eksternal.

Pidato ini menjadi yang pertama sejak Kim kembali menjabat sebagai kepala negara urusan Korea Utara. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan bahwa Pyongyang tidak akan mengubah kebijakan terkait kepemilikan senjata nuklir sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional.

Menurut Kim, dinamika global saat ini berada dalam kondisi yang tidak menentu sehingga pemerintah perlu bersiap menghadapi berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk.

Ia menekankan pentingnya pendekatan jangka panjang dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara.

Lebih lanjut, Kim menyoroti peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat dan sekutunya di sekitar kawasan Semenanjung Korea, termasuk pengerahan aset strategis.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, namun menegaskan bahwa negaranya memiliki kapasitas pertahanan yang memadai.

Di sisi lain, hubungan Korea Utara dengan Iran kembali menjadi sorotan. Kedua negara diketahui memiliki kerja sama militer, termasuk dalam pengembangan teknologi rudal.

Laporan intelijen sebelumnya menyebut sejumlah sistem rudal Iran memiliki keterkaitan teknis dengan teknologi yang dikembangkan Pyongyang. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.